Beda dengan Nasdem, Gerindra Jatim Siap Tempur di Pemilu 2024 dengan Sistem Apapun!

| -
Beda dengan Nasdem, Gerindra Jatim Siap Tempur di Pemilu 2024 dengan Sistem Apapun!
SELALU SIAP: Anwar Sadad, Gerindra Jatim siap tempur di Pemilu 2024 dengan sistem apapun. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometer Jatim – Beda dengan Partai Nasdem Jatim yang bereaksi tajam terhadap pernyataan Ketua KPU RI, Hasyim Asy’ari soal kemungkinan Pemilu 2024 kembali ke sistem proporsional tertutup.

Partai Gerindra Jatim yang justru santai-santai saja, bahkan siap bertarung dengan sistem Pemilu apapun. “Gerindra sudah menyiapkan semua perangkat untuk menghadapi Pemilu, kapanpun dan sistem apapun,” tegas Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad, Minggu (1/1/2023).

Lagi pula, lanjut politikus yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim itu, “Setahu saya tidak ada revisi terhadap UU tentang Pemilu. Proses hukum yang sedang berjalan di Mahkamah Konstitusi (MK) itu untuk menguji, apakah norma dalam UU tersebut bertentangan atau sejalan dengan UUD, bukan membuat norma baru.”

Sebelumnya, Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari mengungkapkan ada kemungkinan Pemilu 2024 kembali ke sistem proporsional tertutup dan saat ini sedang dibahas melalui sidang di Mahkamah Konstitusi.

"Ada kemungkinan, saya belum berani berspekulasi, ada kemungkinan kembali ke sistem proporsional daftar calon tertutup," ujarnya dalam sambutan Catatan Akhir Tahun 2022 KPU RI di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/12/2022).

Menurut Hasyim, sistem proporsional terbuka dimulai sejak Pemilu 2009 berdasarkan putusan MK. Dengan demikian, kemungkinan hanya keputusan MK yang dapat menutupnya kembali.

"Maka sejak Pemilu 2014, 2019, pembentuk norma UU tidak akan mengubah itu, karena kalau diubah tertutup kembali akan jadi sulit lagi ke MK. Dengan begitu, kira-kira polanya kalau yang membuka itu MK, ada kemungkinan yang menutup MK," ucapnya.

Dia pun mengimbau bakal calon anggota legislatif untuk tidak melakukan kampanye dini, karena masih ada kemungkinan untuk kembali ke sistem proporsional tertutup alias yang dicoblos bukan nama calon tapi hanya tanda gambar Parpol sebagai peserta Pemilu.

Pernyataan Hasyim direkasi Ketua DPW Partai Nasdem Jatim, Sri Sajekti Sudjunadi yang meminta penyelenggara Pemilu tidak membikin gaduh dan mengkhianati rakyat dalam berdemokrasi.

"KPU jangan menciptakan problem dan kegaduhan baru dalam kehidupan nasional, dan bahkan membuat kemunduran demokrasi kita," ujar politikus yang akrab disapa Kakak Jess itu, Jumat (30/12/2022).

Sebaliknya, Sri Sajekti minta KPU fokus melaksanakan tugasnya menyelenggarakan Pemilu sesuai undang-undang yang berlaku saat ini. Serta melaksanakan tahapan Pemilu dengan jurdil (jujur dan adil), terbuka dan berintegritas tinggi.

"KPU jangan menafikkan partisipasi politik rakyat dalam Pemilu yang sedang tumbuh dan bergairah," tegasnya.

Wacana sistem proporsional tertutup mencuat, setelah sejumlah kader Parpol menggugat UU Pemilu ke MK. Mereka meminta Pemilu 2024 menggunakan proporsional tertutup dari selama ini proporsional terbuka.

Mereka yang mengajukan permohonan ke MK yakni Demas Brian Wicaksono (pengurus PDIP Cabang Probolinggo), Yuwono Pintadi (anggota Partai Nasdem), Fahrurrozi (Bacaleg 2024), Ibnu Rachman Jaya (warga Jagakarsa, Jaksel), Riyanto (warga Pekalongan), dan Nono Marijono (warga Depok)

Dalam salinan permohonan yang dilansir website MK, para pemohon menyatakan frase “terbuka” pada Pasal 168 ayat 2 UU Pemilu bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.{*}

» Baca berita terkait Pemilu 2024. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan.

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.