Mensos: Saya Turut Merasakan Duka yang Ibu Rasakan

BATIN SESAMA IBU: Mensos Khofifah turut merasakan apa yang dirasakan warga korban banjir dan tanah longsir di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

LIMAPULUH KOTA, Barometerjatim.com – Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa memberi semangat dan penguatan kepada warga Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota yang terdampak banjir dan tanah longsor, 2-3 Maret lalu.

“Hari ini Allah menguji bangsa kita,” kata Mensos saat mengunjungi warga terdampak banjir di Kecamatan Pangkalan, Kamis (9/3).

“Di banyak titik sedang terjadi bencana alam terutama banjir dan tanah longsor yang mengakibatkan hilangnya harta benda, korban jiwa dan merenggut orang-orang terkasih. Saya turut merasakan duka yang Bapak Ibu rasakan.”

Di tengah suasana hening dan diliputi duka, Mensos memimpin doa bersama dilanjutkan penyerahan santunan untuk keluarga enam korban meninggal dan dua korban luka berat.

“Hari ini Allah menguji bangsa kita. Saya turut merasakan duka yang Bapak Ibu rasakan.”

Total bantuan sosial korban bencana mencapai Rp 1.059.096.300. Bantuan terdiri dari santunan ahli waris Rp 90 juta, bantuan korban luka Rp 10 juta, bantuan logistik Rp 140.554.000, bantuan beras CBP 50 ton senilai Rp 443.250.000 dan mobil tanki air 1 unit senilai Rp 375.292.300.

Mensos juga menyempatkan meninjau dapur umum lapangan (Dumlap) yang dikelola para personel Tagana (Taruna Siaga Bencana).

“Pesan saya kepada ibu-ibu, jika kondisi rumah sudah memungkinkan untuk dihuni agar segera kembali dan jika proses belajar di sekolah sudah dimulai, tolong anak-anak dimotivasi dan disemangati agar anak-anak segera bersekolah kembali,” tuturnya.

Delapan Korban Jiwa

TINJAU LOKASI: Mensos Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi banjir dan tanah longsor di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Selain menemui korban banjir, Mensos juga meninjau titik terparah terjadinya longsor tepatnya di Desa Pangkalan, kilometer 17 dimana ditemukan delapan bangkai mobil dan dua sepeda motor jatuh ke jurang sedalam 100 meter.

Di lokasi tersebut sebelumnya ditemukan enam korban tewas dan dua orang luka berat. Pada Rabu (8/3) ditemukan satu korban meninggal dunia. Sesaat sebelum rombongan Mensos sampai di lokasi ditemukan kembali satu jenazah sehingga total korban jiwa hingga Kamis (9/3) sebanyak delapan orang.

• Baca: Jalan Rusak, Mensos Gerak Cepat SMS Menteri PUPR

Bencana banjir dan tanah longsor bermula dari hujan lebat sejak Kamis (2/3). Longsor terjadi hingga Jumat (3/3).

Terdapat 12 titik banjir di 8 kecamatan dengan titik tertinggi dan terparah 3 meter di Kecamatan Pangkalan akibat meluapnya Sungai Maek serta terputusnya jalan yang menghubungkan Sumatera Barat dengan Riau. Jumlah rumah terdampak banjir di Kecamatan Pangkalan sebanyak 2.476 rumah dan 8.346 jiwa.

BANSOS KORBAN BANJIR-LONGSOR
(Kec. Pangkalan, Kab. Limapuluh Kota)

  • Total Bansos: 1.059.096.300
    Rincian:
  • Santunan ahli waris: Rp 90 juta
  • Korban luka: Rp 10 juta
  • Logistik: Rp 140.554.000
  • Beras CBP 50 ton: Rp 443.250.000
  • 1 unit mobil tanki air: Rp 375.292.300