Selasa, 06 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Masuk 3 Besar, Soekarwo Pamer 5 Inovasi Unggulan Jatim

Berita Terkait

INOVASI UNGGULAN JATIM: Gubernur Jatim, Soekarwo memaparkan lima inovasi unggulan Pemprov Jatim di hadapan tim penilai Penghargaan Pemda Inovatif 2017 yang diselenggarakan Kemendagri. | Foto: Ist
INOVASI UNGGULAN JATIM: Gubernur Jatim, Soekarwo memaparkan lima inovasi unggulan Pemprov Jatim di hadapan tim penilai Penghargaan Pemda Inovatif 2017 yang diselenggarakan Kemendagri. | Foto: Ist
- Advertisement -

JAKARTA, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim, Soekarwo memaparkan lima inovasi unggulan Pemprov Jatim di hadapan tim penilai Penghargaan Pemda Inovatif 2017 yang diselenggarakan Kemendagri di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Senin (30/10).

Kelima inovasi tersebut dipaparkan Pakde Karwo, sapaan akrabnya, karena Provinsi Jatim masuk tiga besar provinsi nominator penerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2017.

Pertama, Samsat on the Spot (SOS). Inovasi ini merupakan gagasan Badan Pendapatan Daerah Jatim melalui Kantor Bersama Samsat Karangploso, Kabupaten Malang. Wujudnya berupa layanan jemput bola dengan tagline “Solusi Orang Sibuk” dimana petugas akan mendatangi wajib pajak pada waktu dan lokasi yang disepakati.

• Baca: Ribuan Buruh ‘Kepung’ Grahadi, Gus Ipul Janji Cari Solusi

“Hasil survei sebanyak 70 persen wajib pajak adalah orang bekerja, jadi kita yang mendatangi wajib pajak,” katanya.

Program SOS ini juga efektif dan efisien karena pada waktu tertentu dapat langsung melayani ratusan bahkan ribuan wajib pajak, yakni ketika SOS dilakukan di perusahaan yang memiliki ribuan karyawan.

Menurut Pakde Karwo, konsep ini menjadi bagian dari citizen charter, dimana Samsat melakukan perjanjian dengan wajib pajak kemudian mendatanginya. “Konsep ini meletakkan wajib pajak pada posisi prima,” terangnya.

• Baca: Potret Kelam Jatim: 3 Bulan, 3 OTT, Gubernur Tunjuk 3 Plt

Kedua, Comel (Community Comprehensive Linkage) dari Poli Tubercolosis (TB) RSUD dr Soetomo Surabaya. Inovasi ini bermula dari tingginya angka putus obat TB di Tahun 2013 sebanyak 42 persen.

TB MDR/Tubercolosis Multiple Drug Resistant adalah pasien dengan penyakit TB yang resisten terhadap pengobatan anti TB, dimana kebanyakan adalah pasien tidak mampu. Inovasi ini dilakukan untuk menurunkan angka putus obat.

Program ini mengintegrasikan berbagai stakeholder, seperti RSUD dr Soetomo, Dinas Kesehatan Jatim, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Perhimpunan Pemberantasan Tuberkolosis Indonesia/PPTI Jatim, serta Yayasan Aissyiyah sebagai pengawas minum obat.

• Baca: Duh, Gus Ipul Diteriaki “Hidup Khofifah” di Muscab Peradi

Upaya yang dilakukan yakni dengan pendampingan pasien berobat, penggunaan video panggil, pembuatan buku saku pasien, pembuatan bulletin, dll. “Jadi kita mengajak relawan untuk membantu mengawasi,” terang Pakde Karwo.

Ketiga, Darling (Dongeng Anak dan Remaja Keliling) yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jatim. Inovasi ini berupa kegiatan memperkenalkan perpustakaan dan menumbuhkan kegemaran membaca kepada anak-anak dan remaja melalui ‘mobil dongeng keliling’.

Mobil ini langsung mendatangi PAUD, PG/TK, SD, Panti Asuhan, Rumah Singgah dan lapas anak dengan membawa pendongeng professional dan pustakawan. Mobil ini juga dilengkapi dengan ketersediaan koleksi kisah cerita lokal, ruang audiovisual, dan ruang dongeng.

“Jadi di sini ada substansi dan touch untuk meningkatkan minat baca,” katanya.

ATM Pasung Dinsos

Keempat, ATM-Pasung (Administrasi Terpadu Manajemen Pasung) yang digagas Dinas Sosial Jatim. ATM Pasung yaitu suatu aplikasi berbasis teknologi informasi yang berisi data kasus pemasungan di Jatim mulai dari nama, alamat dan foto.

Inovasi ini memberikan gambaran mulai pendataan, pembebasan, perawatan, rehabilitasi sampai dengan pendampingan penderita skizofrenia pasung. “Proses pendampingan ini nantinya melibatkan relawan yang menggunakan pendekatan dengan hati,” katanya.

Kelima, Sabtu Ceria Minggu Gembira yang digagas oleh Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya. Program ini dilakukan untuk mengurangi kejadian kaburnya pasien yang sebagian besar pada hari Sabtu dan Minggu.

Caranya dengan mengajak pasien bersuka ria melalui kegiatan dalam kelompok dimana ada leader, co leader, observer dan anggota.

• Baca: Divonis 1 Tahun Penjara, Tangis Mantan Kadisnak Pecah

“Inovasi ini akan dikembangkan menjadi Home in Hospital (HIH), yakni rumah sakit menghadirkan suasana rumah yang kekeluargaan sehingga pasien aman dan nyaman,” jelas Pakde Karwo.

Sementara itu Kepala Balitbang Kemendagri, Dodi Riyadmadji mengatakan, kegiatan validasi ini dilakukan untuk menentukan Pemda mana yang berhak mendapat penghargaan IGA 2017.

Tahun ini, ada 23 daerah yang masuk nominator, terdiri dari tiga provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Barat dan Sumatera Selatan. Serta 10 kabupaten dan 10 kota di Indonesia. Usai validasi ini nantinya tim penilai akan berkunjung ke daerah tersebut untuk mengecek secara langsung inovasi tersebut.

» 5 INOVASI UNGGULAN PEMPROV JATIM

  1. SOS (Samsat on the Spot). Gagasan Bapeda Jatim melalui Kantor Bersama Samsat Karangploso, Kabupaten Malang.
  2. Comel (Community Comprehensive Linkage). Dikembangkan Poli Tubercolosis (TB) RSUD dr Soetomo Surabaya.
  3. Darling (Dongeng Anak dan Remaja Keliling). Digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jatim.
  4. ATM-Pasung (Administrasi Terpadu Manajemen Pasung). Digagas Dinas Sosial Jatim.
  5. Sabtu Ceria Minggu Gembira. Digagas Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -