Kubu Jokowi: Yenny Wahid Lebih Berpengaruh dari Gus Irfan Dkk

BEDA DUKUNGAN DI PILPRES 2019: (Dari kiri) Gus Hasib dan Gus Irfan di kubu Prabowo, Yenny Wahid dan Nyai Machfudhoh berada di pihak Jokowi. | Foto: IST
BEDA DUKUNGAN DI PILPRES 2019: (Dari kiri) Gus Hasib dan Gus Irfan di kubu Prabowo, Yenny Wahid dan Nyai Machfudhoh berada di pihak Jokowi. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kubu Jokowi-Ma’ruf Amin tak ambil pusing dengan dukungan sejumlah keluarga pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ke Prabowo-Sandiaga. Sebab, dukungan yang dimotori KH Irfan Yusuf Hasyim (Gus Irfan) itu dinilai tak signifikan.

“Tidak signifikan! Patokanku ya keluarga Gus Dur yang sudah kayak mercusuarnya NU,” kata pegiat sosial yang selama ini getol mendukung Jokowi-Ma’ruf, Pemadi Arya alias Abu Janda Al Boliwudi dalam perbincangan dengan Barometerjatim.com di Surabaya.

“Keluarga Gus Dur itu sangat-sangat besar pengaruhnya ke NU kultural. Kalau itu (Gus Irfan dkk), nuwun sewu (mohon maaf) siapa yang kenal dibanding Yenny Wahid (putri Gus Dur). Kalau secara popularitas ya,” paparnya.

• Baca: Abu Janda: Pilpres 2019 Masalah NKRI Lawan HTI-FPI

Bukankah mereka yang mendukung Prabowo-Sandiaga keturunan pendiri NU? “Lha iya, tapi yang makamnya dilangkahi (Sandiaga) itu pendiri NU lho (KH Bisri Syansuri). Fatal itu! Fatal!” katanya.

Apakah bentuk dukungan itu tidak bisa dimaknai sebagai pemaafan untuk Sandiaga? “Kita sudah maafin, NU tidak pernah berlama-lama,” kata pria yang mengaku bagian dari Banser kultural tersebut.

“Waktu kasus Ahok viral, siap yang pertama ngomong maafin? Kiai Said (Aqil Siroj, Ketum PBNU). NU selalu jadi yang pertama maafin, apalagi urusannya dengan kita langsung, jelas kita maafkan, tapi kita tidak lupa.”

• Baca: Jelang Natal-Tahun Baru, Emak-emak Kubu Jokowi: Harga Stabil!

Justru, lanjut Abu Janda, banyak peristiwa terkait dengan NU yang tidak menguntungkan Prabowo-Sandi. Selain melangkahi makam Kiai Bisri, contoh lain yakni soal pembakaran bendera kalimat tauhid di Garut.

“Itu kan kita dihajar Gerindra dan PKS yang mendukung aksi bela tahuid itu kan. Itu sangat-sangat tidak menguntungkan bagi Prabowo,” katanya.

“Jutaan warga NU Benci sama mereka, karena menghajar kiai-kiai kita. Artinya mereka berseberangan dengan NU, Banser. Dua peristiwa itu saja sebenarnya tak menguntungkan, dan sangat merugikan Prabowo,” sambung Abu Janda.

Dukungan Terbelah

TAK SIGNIFIKAN: Abu Janda, dukungan Gus Irfan dkk ke Prabowo-Sandiaga tak signifikan untuk meraih suara warga NU. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
TAK SIGNIFIKAN: Abu Janda, dukungan Gus Irfan dkk ke Prabowo-Sandiaga tak signifikan untuk meraih suara warga NU. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Memang, di Pilpres 2019 dukungan keluarga pendiri NU terbelah. KH Irfan Yusuf Hasyim (Gus Irfan), misalnya, tak sekadar mendukung tapi menjadi juru bicara (jubir) Prabowo-Sandi. Gus Irfan adalah anak KH Yusuf Hasyim, yang merupakan anak Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Lalu KH Hasib Wahab Chasbullah (Gus Hasib) juga di pihak Prabowo-Sandiaga dengan menjadi motor Barisan Kiai Santri Nahdliyin (BKSN). Gus Hasib adalah salah seorang anak dari KH Abdul Wahab Chasbullah.

• Baca: Ketum JKSN: Barisan Mana yang Mau Digiring Gus Hasib

Namun kakak Gus Hasib, Nyai Hj Machfudhoh justru mendukung Jokowi-Ma’ruf. Ketua Dewan Penasihat PP Muslimat NU itu bahkan rajin keliling mengkampanyekan pasangan nomor urut satu bersama Khofifah Indar Parawansa dan Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN).

Langkah Nyai Machfudhoh ini sejalan dengan Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid, putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) atau cicit KH Hasyim Asy’ari.

» Baca Berita Terkait Pilpres 2019, NU