Klaster Sampoerna Meledak, Apa Kabar Klaster Petugas Haji?

KLASTER CORONA: Kohar Hari Santoso, klaster Magetan dan pelatihan haji sudah berhenti. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KLASTER CORONA: Kohar Hari Santoso, klaster Magetan dan pelatihan haji sudah berhenti. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Klaster penyebaran Corona (Covid-19) terus bermunculan di Jatim. Selain dari pabrik rokok PT HM Sampoerna, muncul pula reaktif virus mematikan tersebut di pabrik rokok Mustika Tulungagung.

Munculnya klaster baru ini seolah melupakan klaster sebelumnya seperti Magetan yang kali pertama meledak di Jatim. Dalam perkembangannya juga muncul klaster Temboro, setelah puluhan santri Ponpes Al Fatah asal Malaysia terkonfirmasi positif.

Belum lagi kluster pelatihan petugas haji yang digelar di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, 9-18 Maret. Bahkan penyebarannya sudah sampai Sumenep, sekaligus mengubah zona hijau di kabupetan tersebut menjadi merah.

Lantas, bagaimana perkembangan tracing di kedua klaster tersebut? Ketua Tim Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, Kohar Hari Santoso menuturkan untuk penyebaran klaster Magetan sudah berhenti.

“Klaster dari Magetan, yang pertama masuk Jatim, jadi ini sudah berhenti. Sudah tidak ada penularan berikutnya lagi,” tandasnya di Gedung Grahadi, Surabaya, Senin (4/5/2020) malam.

Pun demikian dengan klaster pelatihan petugas haji. Menurut Kohar, penyebarannya di semua kabupaten/kota sudah berhenti tapi masih ada yang sedang dalam pantauan.

“Yang sedang kita pantau di Lamongan dan Probolinggo. Jadi Lamongan sampai beberapa hari ini sudah berhenti, yang Probolinggo juga belum melaporkan ada tambahan lagi,” katanya.

“Jadi bisa kita sampaikan, sementara tidak ada penambahan atau perluasan dari yang klaster haji tadi,” imbuh Kohar.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona