Ketum PBNU: PWNU Wajib Netral di Pilgub Jatim

oleh : -
Ketum PBNU: PWNU Wajib Netral di Pilgub Jatim
banner 336x280
PWNU JATIM WAJIB NETRAL: Ketum PBNU, KH Said Aqil Siroj dan Dimas Oky Nugroho (Stafsus Kepresidenan) di acara yang digelar House of Sampoerna Surabaya, Sabtu (26/8). Kiai Said meminta PWNU netral di Pilgub Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ENEF MADURY SURABAYA, Barometerjatim.comKhofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) diprediksi bakal bertarung di Pilgub Jatim 2018. Karena keduanya adalah kader terbaik Nahdliyin, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj meminta PWNU Jatim bersikap netral. Sikap NU itu mana yang menang, ya itu NU, tegas Kiai Said usai menjadi narasumber di acara Bincang Museum bertema: Demokrasi yang Pancasilais di gedung House of Sampoerna Surabaya, Sabtu (26/8) petang. Pun begitu dengan munculnya dukungan para kiai, baik di kubu Khofifah yang saat ini masih menjabat sebagai Menteri Sosial, maupun di pihak Gus Ipul. Itu artinya, siapapun yang menang, ya itu NU, ucapnya lagi. Baca: Dukung Gus Ipul, Muslimat NU Abal-abal Gentayangan Sekadar tahu, meski hingga saat ini Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU itu belum sekalipun men-declare maju di Pilgub Jatim, gelombang dukungan dari para kiai mengalir deras. Salah satunya KH Asep Saifuddin Chalim (pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Mojokerto), termasuk ulama-ulama NU dari Madura. Sedangkan di kubu Gus Ipul, selain didukung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), juga di-support oleh 21 kiai NU struktural, salah satunya Wakil Rais Aam PBNU, KH Miftahul Ahkyar. Untuk menyiasati agar NU tidak pecah atau terlibat dukung-mendukung, Kiai Said menginstruksikan kepada seluruh anggota Ansor dan Banser NU di Jatim untuk tetap netral. (Organisasi) yang tidak berpolitik, sebenarnya harus netral. Apalagi dua calon, NU semua. Yang menang harus menghormati yang kalah, dan yang kalah juga, imbaunya. Baca: Jatim Adil dan Makmur Kalau Khofifah Gubernur Itu jika Ansor dan Banser NU yang notabene-nya sebagai badan otonom (Banom), bagaimana dengan PB dan PWNU Jatim, apakah wajib netral juga? Nggak.. nggak.. nggak (tidak boleh terlibat soal dukung-mendukung). Kita harapkan semua, masyarakat Jatim, khususnya warga NU melaksanakan, mensukseskan Pilkada dengan baik, tandasnya. Kiai Said juga menggaransi kalau Ormas Islam terbesar di tanah air itu tidak akan pernah memihak salah satu calon. Tidak ada sama sekali (mendukung salah satu calon). Netral kita. Dua-duanya NU semua, dua-duanya kader NU semua, tegasnya. Masih kata Kiai Said, Kalau PP (PBNU) nggak (ikut dukung-mendukung di Pilgub Jatim). Prinsipnya, kalau PP tetap netral. Dan ketua NU-nya (PWNU Jatim) secara resmi netral. Imbauan agar NU tetap netral ini juga berlaku bagi 21 kiai yang pada Mei 2017 lalu memaksa partai yang dinahkodai Muhaimin Iskandar itu mendukung Gus Ipul dan menendang Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar dari bursa pencalonan. Kiai Mutawakkil (ketua PWNU Jatim) dan Kiai Miftah (KH Miftahul Akhyar) netral, pintanya dengan nada tegas.   
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280