Ketum Bara JP: Silakan Serang Pribadi Saya, Jangan Etnis!

JANGAN ETNISITAS: Gianto Wijaya, silakan serang pribadi saya dalam organisasi tapi jangan etnisitas. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
JANGAN ETNIS!: Gianto Wijaya, silakan serang pribadi saya dalam organisasi tapi jangan etnisitas. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden/Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Surabaya, Gianto Wijaya tak mempermasalahkan kalau dirinya yang diserang terkait kepemimpinanya di Ormas pendukung Presiden Jokowi tersebut.

“Kalau saya pribadi itu enggak masalah, silakan serang. Kita berorganisasi itu sangat biasa. Tapi kalau menyerang etnisitas, ini yang paling kita lawan!” katanya kepada Barometerjatim.com, Selasa (5/10/2021).

“Karena ini masalah yang sangat sensitif, dan tujuan utama kita atau saya pribadi berorganisasi adalah membuat toleransi dan kebhinekaan ini benar-benar terjalin,” tandasnya.

Sehari sebelumnya, Gianto bersama kuasa hukumnya, Vena Naftalia mengadukan spanduk bernada rasis ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya dengan membawa sejumlah bukti berupa foto-foto spanduk yang tersebar di beberapa titik jalan di Surabaya pada 27 September 2021 malam lalu.

Spanduk tersebut di antaranya bertuliskan: Tolak Bara JP Dipimpin Gianto Wijaya (Tionghoa), Bara JP Ada U/ Rakyat Bukan U/ Gianto Wijaya (Tionghoa) yang terpasang usai gelaran Kongres Luar Biasa (KLB) Bara JP di Hotel Wyndham Surabaya, 25-26 September yang memilih Gianto menjadi ketua umum.

KLB Bara JP yang didahului dengan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) itu digelar pasca ketua umum sebelumnya, Viktor S Sirait meninggal dunia dan Sekretaris Umum Yayong Waryono mengundurkan diri.

Gianto menambahkan, politik yang membawa nama Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) ini yang harus dilawan. Tidak hanya di Jatim tapi di seluruh Indonesia.

“Jadi rasisme ini yang kita lawan, di mana pun! Soal posisi ketua umum terpilih definitif, buat saya itu hanya suatu beban yang harus saya lakukan. Siapa pun yang ingin berkontestasi, silakan,” kata Gianto.

“Saya tidak ada ambisi untuk ketua umum. Saya hanya meluruskan arah juang dan yang paling saya benci adalah kata rasisme, karena itu memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.

Gianto tak mau berandai-andai siapa pelakunya dan menyerahkan penyelidikan ke kepolisian, tapi jika ada oknum Bara JP maka ironis sekali karena ini Ormas pendukung Presiden Jokowi yang justru antirasisme.

“Kalau memang ini ada oknum sudah diketahui siapa, lebih baik saya tidak seorganisasi dengan oknum ini, apapun yang terjadi karena benar-benar merusak kebhinekaan. Serang diri saya piribadi saya enggak masalah, silakan! Jangan etnis!” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Bara JP