Selasa, 25 Januari 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Pemilu 2024

Ketua Golkar Jatim, Sarmuji: Kampanye Hitam Rusak Demokrasi!

Berita Terkait

MUSDALUB: Ketua Golkar Jatim, Muhammad Sarmuji menghadiri Musdalub Partai Golkar Kabupaten Magetan. | Foto: Barometerjatim/IST
MUSDALUB: Ketua Golkar Jatim, Muhammad Sarmuji menghadiri Musdalub Partai Golkar Kabupaten Magetan. | Foto: Barometerjatim/IST
- Advertisement -

MAGETAN, Barometerjatim.com – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Muhammad Sarmuji menyerukan untuk menolak kampanye hitam dalam bentuk apapun menjelang Pileg dan Pilpres 2024. Terlebih, meski Pemilu masih dua tahun lagi, keriuhan dan konstalasi politik sudah meningkat.

Hal tersebut disampaikan Sarmuji, usai memberikan pidato sambutan dalam rangka Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD Partai Golkar Kabupaten Magetan.

Kita memiliki pakem dalam berpolitik. Walaupun dalam dunia demokrasi menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, kesantunan moral dan etika tetap dikedepankan dalam membangun kedewasaan berpolitik di negara ini,” ujarnya.

Keriuhan dan konstalasi politik meningkat, lanjut Sarmuji, karena ditunjang era digital yang sedang digandrungi masyarakat. Padahal, dunia digital memiliki dua mata pisau yakni sebagai instrumen membangun tetapi juga memiliki daya rusak.

Dunia digital yang semakin tak memiliki batas ruang dan waktu akan mudah dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Ia akan menjadi ladang membangun citra, tetapi di sisi lain menjadi ladang untuk menjatuhkan citra seseorang,” tandasnya.

Kendati demikian, anggota Komisi XI DPR RI tersebut kembali mengingatkan untuk terus meningkatkan literasi digital bagi masyarakat. Pemerintah juga memiliki peran penting untuk mencerdaskan masyarakat dalam kecakapan digital.

“Masyarakat harus dibanjiri konten-konten baik dan mendidik, selain itu mesti ada regulasi untuk mencegah merebaknya kampanye hitam,” ujar Sarmuji.

Tak hanya pemerintah, partai politik juga memiliki kewajiban moral untuk memastikan informasi yang tersebar di masyarakat adalah benar. Jika tidak ada itikad dari partai politik, maka kampanye hitam apalagi yang diorganisir bisa merusak demokrasi.

“Kita ingin ke depan dalam berkontestasi politik dilakukan secara sehat. Kewajiban kita adalah menjaga agar demokrasi ini tetap pada jalurnya kompetisi ide dan gagasan untuk negara dan bangsa Indonesia,” pungkas Sarmuji.

» Baca Berita Terkait Golkar

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -