Kemiskinan di Sampang Bayangi Pelantikan Bupati Fadhilah

BUPATI SAMPANG: Pelantikan Fadhilah Budiono sebagai bupati Sampang di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (6/7). | Foto:

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sampang tercatat sebagai kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Timur: 24,11 persen. Menyusul Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Probolinggo.

Kondisi ini membuat Gubernur Jatim, Soekarwo meminta bupati Sampang yang baru saja dilantik Fadhilah Budiono untuk fokus pada dua hal yang berkaitan dengan tingkat kemiskinan masyarakat, yakni pendidikan dan kesehatan.

“Saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi kerjasama yang serius dalam menangani masalah kemuskinan, yakni dengan fokus pada pendidikan dan kesehatan,” kata gubernur saat acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan bupati Sampang dan ketua TP PKK serta Dekranasda Kabupaten Sampang sisa masa bakti 2013-2018 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (6/7).

• Baca: Tarif Bawah Taksi Konvensional, Gubernur Beda dengan Kemenhub

Menurut Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo, pendidikan ini bersifat jangka panjang. Sedangkan jangka pendeknya bisa melalui peningkatan keterampilan, yakni pendidikan vokasional.

“Kami sudah mulai masuk ke pondok-pondok pesantren melalui SMK mini selama enam bulan, kalau perlu ada inkubator yang fokus melatih keterampilan siswa,” ujarnya.

Di bidang kesehatan, faktor ini berkaitan dengan kondisi fisik dan psikis masyarakat,  agar ke depan anak-anak yang masuk bonus demografi memiliki kualitas gizi yang baik. “Bila seseorang tidak sehat, dia tidak bisa menerima pendidikan dengan baik, sehingga produktivitasnya bisa rendah,” paparnya.

Secara garis besar, lanjut Pakde Karwo, pendidikan setingkat SD/MI dan SMP/MTs di Sampang menurut Angka Partisipasi Kasar (APK) dan angka partisipasi berdasarkan umur atau Angka Partisipasi Murni (APM) relatif bagus. Yang masih rendah justru di tingkat  SMA/SMK/MA dimana tingkat APM-nya sebesar 44 dan APK-nya sebesar 65.

“Jadi yang harus digenjot adalah masalah pendidikan dan potensi agro, terutama masalah membrant untuk garam antara Sreseh dengan Kecamatan Pengalengan,” katanya.

• Baca: Pakde Karwo Buka Ruang Dialog untuk Kelompok Radikal

Pada kesempatan ini, Pakde Karwo meminta bantuan kepada seluruh tokoh agama, ulama dan tokoh masyarakat untuk melakukan koordinasi dengan bupati, yakni menjalin hubungan baik dengan Forkopimda dan DPRD.

Sesuai kekhasan, peranan kiai dan ulama harus dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Selain itu, dia juga berpesan untuk menjaga situasi aman dan nyaman di Jatim. Hal ini karena dalam tiga tahun berturut-turut Jatim mendapat pengakuan sebagai provinsi paling aman dan nyaman.

“Pekerjaan kita bersama membangun dengan suasana persaudaraan, bila perlu ada ruang dialog untuk mencari solusi,” pesannya.

Fadhilah diangkat menjadi Bupati Sampang sisa masa jabatan 2013-2018. Sebelumnya dia menjabat sebagai wakil bupati dan sejak 21 April 2017 diangkat sebagai Plt bupati selama Bupati KH Fannan Hasib sakit dan menjalani perawatan hingga meninggal dunia pada 3 Mei 2017.