Kasus Zikria, Gus Hans: Kepala Daerah Jangan Kuping Tipis!

PENANGGUHAN PENAHANAN: Zikria Dzatil, usai mendapat penangguhan penahanan dari Polrestabes Surabaya. | Foto: IST
PENANGGUHAN PENAHANAN: Zikria Dzatil, usai mendapat penangguhan penahanan dari Polrestabes Surabaya. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Setelah dua pekan lebih ditahan, tersangka penghinaan terhadap Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma, Zikria Dzatil akhirnya mendapat penangguhan penahanan dari Polrestabes Surabaya, Senin (17/2/2020).

Kasus penghinaan di media sosial ini cukup menyita perhatian warganet dan masyarakat luas, termasuk Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans.

Menurutnya, ada dua pelajaran yang sama-sama bisa dipetik, baik dari sisi pengguna media sosial (medsos) maupun pejabat publik.

“Selain pengguna medsos harus bijak, menjadi kepala daerah enggak boleh kuping tipis,” kata tokoh muda yang juga pengasuh Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang tersebut.

“Itulah kenyataanya, salah satu dari kemajuan teknologi yang harus diimbangi kesiapan mental penggunanya. Itu yang harus kita hadapi,” sambungnya.

Karena itu, Gus Hans sering mengatakan, pembangunan harus seimbang antara fisik dan jiwanya. “Kalau fisik saja, IT-nya saja, tanpa diimbangi dengan kesiapan mentalnya, yang terjadi seperti ini,” ucapnya.

Gus Hans juga berharap agar Risma lebih tenang menjaga emosi dalam merespons warganet. “Sebaiknya dia belajar kepada Bu Khofifah (gubernur Jatim), pejabat yang begitu tenang dalam merespon netizen,” katanya.

Terbaru, Gus Hans mencontohkan saat Khofifah ‘diserang’ habis-habisan lewat akun Instagram-nya usai menyebut masih ada aroma sampah di Stadion Gelora Bung Tomo. “Begitu tenang merespons netizen,” ujarnya.

Selain itu, tandas Gus Hans, “Mestinya Bu Risma juga harus mengoreksi diri. Jangan-jangan dia juga suka menghina orang. Waktu Pilgub Jatim dulu, kurang apa dia menghina Bu Khofifah, iya kan? Bilang keminter dan sebagainya.”

Sikap tenang dalam menghadapi netizen diperlukan, apalagi Risma disebut-sebut bakal running di Pilgub DKI Jakarta 2022. “Kan di sana lebih hard lagi peperangan media sosialnya,” ujar Gus Hans.

Artinya Risma harus lebih tenang dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) maupun Anies Baswedan?

“Iyalah. Kan beda antara gubernur sama wali kota, tidak apple to apple. Wali kota lebih banyak teknis, gubernur sudah koordinatif,” ucap Gus Hans.

» Baca Berita Terkait Polrestabes Surabaya