Selasa, 25 Januari 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Nahdlatul Ulama

Harapan Eks Bendum PBNU ke Gus Yahya: Beri Kesempatan yang Mau Berjuang!

Berita Terkait

SELAMAT GUS YAHYA: Haji Masnuh di ruang kerjanya yang dipenuhi dengan foto-foto Gus Dur. | Foto: Barometerjatim/ROY HS
SELAMAT GUS YAHYA: Haji Masnuh di ruang kerjanya yang dipenuhi dengan foto-foto Gus Dur. | Foto: Barometerjatim/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Mantan Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Haji Masnuh mengucapkan selamat dan menyambut hangat terpilihnya KH Miftachul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode 2021-2026.

“Saya ucapkan selamat. Semoga beliau berdua selalu diberi kesehatan, umur yang panjang dan berkah, agar bisa membawa NU semakin baik,” katanya di Surabaya, Sabtu (25/12/2021).

Haji Masnuh yakin, PBNU di tangan Gus Yahya akan seperti di era KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yakni NU yang khittah. Karena itu, dia berharap Gus Yahya memberi kesempatan para kader hebat yang ingin berjuang di NU.

“Banyak profesor doktor di kalangan NU tapi selama ini belum terekrut. Berilah mereka kesempatan di kepengurusan untuk berjuang di NU, agar jamiyah ini semakin bermanfaat untuk Nahdliyin, umat, bangsa, dan negara,” paparnya.

Sebelumnya, Haji Masnuh sempat menyebut salah satu nama yang layak masuk kepengurusan yakni Prof Dr Ach Rasyad MPd yang saat ini menjabat lektor kepala di Universitas Negeri Malang (UNM).

Di organisasi profesi/ilmiah dia menjabat Sekjen Lembaga Pengkajian Agama dan Masyarakat sejak 1998, serta anggota Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) sejak 2000.

“Selain profesional di bidang pendidikan, Prof Rasyad ini termasuk dzuriyah dari Kiai Siradj Ponpes Kedung Cangkring, Porong. Beliau alumnus Ponpes Tambakberas dan juga dekat sekali dengan Gus Dur saat masih bujangan,” papar Haji Masnuh.

“Beliau juga tidak pernah terlibat dengan partai politik. Pernah pula menjadi pengurus GP Ansor Jatim di era Cak Anam (Choirul Anam). Beliau betul-betul aktivis di pendidikan level internasional yang pintar ngaji karena latar belakangnya pesantren,” sambungnya.

Namun siapa pun yang dipilih masuk kepengurusan, saudagar sukses itu percaya Gus Yahya akan mempertimbangkan dan memutuskannya dengan bijak mana yang bisa diajak berjuang di PBNU.

“Saat menjadi Jubir Gus Dur, saya juga lumayan sering ngobrol di Istana sama Gus Yahya dan pemikirannya sangat bagus. Mudah-mudahan Gus Yahya diparingi (diberi) Allah Swt kekuatan lahir batin, umur panjang berkah, sehingga bisa memimpin NU semakin baik,” ucapnya.

» Baca berita terkait Nahdlatul Ulama. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -