Gus Hans Soroti Fasilitas Ibadah di GBT, Apa yang Salah?

MBONEK: Gus Hans (Kiri) menyaksikan laga Persabaya kontra Bali United. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
MBONEK: Gus Hans (kiri) menyaksikan laga Persabaya kontra Bali United. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Suasana religus terlihat di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, saat Persebaya menjamu Bali United dalam lanjutan kompetisi Liga 1, Selasa (24/9/2019).

Puluhan ribu Bonek tak hanya mendukung Persebaya dengan lagu-lagi pembakar semangat khas Bajul Ijo — julukan Persebaya, tapi juga bershalawat. Luar biasa!

Sayangnya, suasana religus tersebut tak didukung fasilitas ibadah yang memadai di GBT, terutama tempat wudhu dan shalat. Hal itu diungkap Wakil Ketua Bidang Keagamaan DPD Partai Golkar Jatim, Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans yang turut menyaksikan laga.

“Tadi saya sampaikan ke ketua fraksi (Partai Golkar di DPRD Surabaya, Arif Fathoni), masalah fasilitas stadion kurang untuk tempat ibadah shalat, wudhunya susah,” kata Gus Hans pada Barometerjatim.com, Rabu (25/9/2019).

Insyaallah, masalah ini (fasilitas ibadah yang kurang di GBT) akan menjadi agenda fraksi (Golkar) untuk disampaikan di dewan (DPRD Surabaya),” tandasnya.

Bagi Gus Hans yang juga Presiden Football for Peace Interfaith Indonesia, tempat wudhu dan shalat yang masih darurat di GBT tidak mencerminkan religiusitas mayoritas masyarakat Kota Pahlawan.

“Padahal tadi suporternya shalawatan, shalat, sangat agamis, tapi fasilitasnya yang tidak mendukung. Maka itulah perlu kehadiran nilai-nilai hijau di dalam regulasi di Pemkot,” katanya.

Gus Hans memaklumi kalau urusan sarana ibadah di GBT belum menjadi perhatian maksimal Pemkot selama ini, mungkin karena konsentrasinya lebih murni ke arah sport.

“Mungkin belum konsen ke hal-hal yang sifatnya kebutuhan rohani. Makanya saya sampaikan, setelah bangunlah badannya, perlu bangunlah jiwanya. Nah, termasuk fasilitas ibadah di GBT harus diperhatikan,” jelasnya.

» Baca Berita Terkait Gus Hans, Persebaya