Gus Hans: Prabowo Telah Kembali ke Komunitas yang Baik

JAGA KEUTUHAN BANGSA: Gus Hans bersama Presiden Jokowi dan Gus Muwafiq saat acara di Istana Negara. | Foto: IST
JAGA KEUTUHAN BANGSA: Gus Hans bersama Presiden Jokowi dan Gus Muwafiq saat acara di Istana Negara. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gerindra tak lagi partai oposisi. Pemilik 78 kursi di DPR RI itu — urutan ketiga setelah PDIP (128) dan Golkar (85) — memutuskan bergabung dengan pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin, dan Prabowo Subianto menerima tawaran kursi menteri.

Pro kontra pun bermunculan. Ada yang menyambut gembira demi keutuhan bangsa pasca Pilpres 2019, tapi tak sedikit pula yang memprotes. Salah satunya perwakilan Aktivis 1998 lewat aksi di Taman Pandang, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2019).

“Kita menolak Prabowo dimasukkan ke Kabinet Jokowi. Masih banyak relawan Jokowi yang berkeringat saat itu (kampanye) punya kemampuan jadi menteri,” ujar Aznil Tan, koordinator aksi.

Selain itu, Aznil menilai Prabowo tak pantas menjadi menteri karena diduga kuat melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), yang hingga kini terus disuarakan kelompok aktivis 1998.

Namun pandangan berbeda disampaikan Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN), salah satu elemen pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 yang lebih banyak bergerak di ‘komunitas hijau’.

Lewat Sekjennya, KH Zahrul Azhar Asumta, justru mengapresiasi sikap Jokowi maupun Prabowo, karena melakukan upaya menyelesaikan problem bangsa dengan cara kedewasaan dan jiwa nasionalisme kebangsaan yang tinggi.

“Saya melihat keduanya ini sedang menunjukkan itu kapada kita semuanya, sehingga kalau misalnya ada yang suka dan tidak suka itu wajar,” kata Gus Hans kepada Barometerjatim.com, Senin (22/10/2019).

Nah, langkah yang ditunjukkan Jokowi dan Prabowo tersebut, mestinya bisa menular sampai ke grass-root bahwa permasalahan di Pilpres 2019 sudah selesai dan yang dihadapi sekarang adalah masa depan untuk bersama.

“Ini juga membuktikan, sejatinya, seperti halnya pada saat saya komentar di Kuala Lumpur itu, Pak Prabowo ini orang baik, yang pada saat dulu sedikit salah pergaulan,” ucapnya.

“Tetap alhamdulillah, sekarang ini Pak Prabowo telah kembali ke komunitas yang baik, di tempat yang baik, insyaallah akan bisa membangun bersama-sama bangsa ini dengan baik pula.”

Bangun Bangsa Bersama-sama

Apakah itu artinya Prabowo tak lagi salah ‘pergaulan’? “Alhamdulillah, menurut saya, Pak Prabowo sekarang sudah on the track,” tegas kiai muda pengasuh Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang itu.

“Dan saya melihat semangat dari elite-elite Gerindara yang ingin membangun bangsa secara bersama-sama, why not? Kita welcome dengan kehadiran mereka,” imbuhnya.

Lagi pula, saat Pilpres 2029 lalu, Gus Hans tak melihat elite Gerindra mengkapitalisasi isu-isu panas yang berkembang, tapi justru dari sayap-sayap ‘penumpang gelap’.

“Mereka yang memanfaatkan kontestasi tersebut. Jadi menurut saya Gerindra (bergabung dengan pemerintah) sudah melakukan hal yang tepat,” tandas Gus Hans yang juga Presiden Football for Peace Interfaith Indonesia.

» Baca Berita Terkait Prabowo, Jokowi, JKSN