Gus Hans: Menpora Malaysia Minta Maaf kok Lewat Twitter!

KASUS SUPORTER: Gus Hans (berkopiah) bersama Menpora Zainudin Amali. Inset: Menpora Malaysia, Syed Saddiq. | Foto: IST
KASUS SUPORTER: Gus Hans (berkopiah) bersama Menpora Zainudin Amali. Inset: Twitter Menpora Malaysia Syed Saddiq. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Menteri Sukan dan Belia alias Menpora Malaysia, Syed Saddiq, lewat akun Twitternya @SyedSaddiq menyampaikan permohonan maaf atas pengeroyokan suporter Indonesia di Malaysia.

Namun bagi Presiden Football for Peace Interfaith Indonesia, Zahrul Azhar Asumta hal itu tidak cukup, karena permasalahan yang terjadi melibatkan dua negara.

“Ini permasalahan antar-dua negara, sehingga tidak cukup diselesaikan melalui Sosmed, apalagi itu bukan officially Kementerian Sukan Malaysia kan?” katanya kepada Barometerjatim.com, Minggu (24/11/2019).

Menurut kiai muda yang akrab disapa Gus Hans tersebut, seharusnya segera ada tindakan secara officially antara KBRI dan pihak pemerintahan Malaysia untuk mendudukkan permasalahan yang sebenarnya.

“Ini menurut saya harus clear, dan dipastikan tidak ada permasalahan di belakang. Sebab pada 2021 Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 dan kemungkinan besar Surabaya menjadi salah satu venue,” katanya.

Jangan sampai, kata Gus Hans, persoalan pengeroyokan suporter Indonesia di Malaysia berdampak pada penyelenggaraan Piala Dunia U-20, yang justru dipakai semacam ‘balas dendam’ dari suporter Indonesia.

“Walaupun saya yakin, dari pihak Bonek dan suporter Indonesia lainnya tidak akan melakukan seperti itu. Tapi ini bisa menjadi letupan-letupan, yang mungkin saja terjadi kalau tidak diselesaikan dengan baik,” paparnya.

Jadi tak cukup Menpora Malaysia minta maaf lewat Twitter? “Kalau ini masalah KDRT, masalah satu negara sama warganya, sah-sah saja ,” ucap kandidat wali kota Surabaya tersebut.

“Kita menghargai, menghormati dari pihak Sukan Malaysia. Tapi perlu diingat ini masalah dua negara, yang harus diselesaikan lebih serius lah. Minta maaf kok lewat Sosmed, yang resmilah! Ini masalah dua negara yang harus saling menghormati,” sambungnya.

Lagi pula, pihak Menpora Indonesia, Zainudin Amali sudah menyatakan secara officially terkait keberatan insiden pengeroyok suporter Indonesia. “Maka harus dijawab dengan officially pula,” tandas Gus Hans.

Janjikan Keadilan

Sebelumnya, viral video dua suporter Indonesia dikeroyok sejumlah orang yang diduga suporter Malaysia. Menpora Malaysia, Syed Saddiq sempat menyebut bahwa video insiden pengeroyokan itu hoaks alias palsu.

Namun dalam perkembangannya, setelah pernyataan Syed dibalas netizen dengan tagar #ShameOnYouSeydSaddiq, dia pun meminta maaf melalui video yang diunggah di akun Twitter pribadinya.

“Saya dengan penuh rasa rendah diri ingin memohon maaf pada rekan-rekan serumpun di Indonesia. Saya memohon maaf, kerana tragedi yang berlaku pada beberapa hari yang lepas,” kata Syed dalam videonya.

Menurut Syed, pihaknya telah mendapatkan laporan bahwa kasus pemukulan itu tidak terjadi saat pertandingan sepak bola di Bukit Jalil, tetapi terjadi pada pukul 03.00 pagi waktu Malaysia di 20 Km dari Stadion Bukit Jalil.

Namun sampai sekarang, kata Syed, pihaknya belum tahu apakah pemukulan itu berhubungan dengan pertandingan sepak bola. Dia juga berharap korban pemukulan untuk segera melapor guna mempermudah penyelidikan polisi.

Dia memastikan bahwa keadilan berlaku untuk warga Malaysia dan Indonesia, karena ini menjadi tanggung jawab bersama.

» Baca Berita Terkait Gus Hans, Zainudin Amali