Gempa Lombok Timur, Mensos Jamin Kebutuhan Pengungsi

PENGUNGSI KORBAN GEMPA: Mensos Idrus Marham mengunjungi posko pengungsi korban gempa di Lombok Timur, Senin (30/7). | Foto: IST
PENGUNGSI KORBAN GEMPA: Mensos Idrus Marham mengunjungi posko pengungsi korban gempa di Lombok Timur, Senin (30/7). | Foto: IST

LOMBOK TIMUR, Barometerjatim.com – Menteri Sosial, Idrus Marham menjamin semua kebutuhan pengungsi gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB), tepatnya 28 Km barat laut Lombok Timur. Gempa berkekuatan 6,4 SR dengan kedalaman 10 Km itu terjadi pukul 06.47 Wita, Minggu (29/7).

“Ibu yang sabar dan tawakal ya. Allah sedang memberikan ujian bagi kita semua. Insyaallah semua diperhatikan kebutuhannya,” tutur Mensos lirih, seraya membetulkan posisi selimut seorang ibu yang terbaring di velbed saat mengunjungi dua posko pengungsi, Senin (30/7).

Perempuan yang disapa Mensos terlihat menitikkan air mata, demikian halnya pengungsi lain. Sejenak, suasana hening. Mensos kemudian duduk di samping tempat tidur sambil menenangkan tangis sang ibu.

• Baca: Gerak Cepat, Mensos Santuni Korban Kebakaran di Pinrang

Dua posko yang didirikan Kementerian Sosial (Kemensos) itu terletak di Kecamatan Sembalun dan Kantor Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.

Tiba di Posko Induk Kecamatan Sembalun, Mensos bergegas menuju ke tenda kesehatan. Sedikitnya ada 20 warga luka-luka dirawat. Seluruhnya perempuan, lansia dan anak-anak. Untuk korban luka berat telah dirujuk ke Rumah Sakit Daerah Selong.

Mensos menjelaskan kedatangannya mewakili pemerintah untuk melihat langsung penyaluran bantuan untuk warga.

• Baca: Bantu Korban Bom, Kemensos Terjunkan Tim Psikososial

“Kepada semua yang ada di sini saya ingin menyampaikan, bahwa sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo seluruh masyarakat yang terkena dampak bencana ini harus segera ditolong, beliau menegaskan negara harus hadir,” paparnya.

“Dalam pengertian, pemerintah akan bertanggung jawab untuk segera memenuhi kebutuhan masyarakat. Bagi yang luka diberi bantuan dan pengobatan ditanggug pemerintah, yang meninggal diberikan santunan kepada ahli waris.”

Dalam kunjungannya, Mensos juga menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal, bantuan untuk korban luka-luka, serta meninjau proses penyiapan makanan di dapur umum Tagana.

• Baca: Gempa Susulan, Kemensos Minta Tagana Lebih Waspada

“Atas nama pemerintah, saya menyampaikan duka cita mendalam atas terjadinya musibah yang menimpa bapak dan ibu sekalian,” katanya.

Hingga Senin pagi, jumlah korban meninggal di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara sebanyak empat orang. Korban meninggal di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur sebanyak dua orang dan di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur sebanyak sembilan orang.

“Seluruhnya ada 15 orang. Hari ini akan diserahkan santunan untuk ahli waris sebesar Rp 15 juta per jiwa dan bantuan untuk 40 orang korban luka-luka masing-masing Rp 2,5 juta. Total bantuan yang disalurkan tahap pertama mencapai Rp 657 juta,” tandas Idrus.