Eks Wartawan Duta Dilantik Jadi Anggota DPRD Lamongan

ANGGOTA BARU DPRD LAMONGAN: (Dari kiri) Kadam Mustoko, Sujono dan Sirodjudin. Angguta baru DPRD Lamongan hasil PAW. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
ANGGOTA BARU DPRD LAMONGAN: (Dari kiri) Kadam Mustoko, Sujono dan Sirodjudin. Anggota baru DPRD Lamongan hasil PAW. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Kadam Mustoko, eks wartawan harian Duta Masyarakat bersama dua orang lainnya, Sujono dan M Sirodjudin, dilantik menjadi anggota DPRD Lamongan melalui pergantian antarwaktu (PAW) dalam sidang paripurna istimewa, Selasa (31/7).

Sidang paripurna istimewa dihadiri Bupati Lamongan, Fadeli dan Wakil Bupati Lamongan, Kartika Hidayati beserta jajaran Forkopimda, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Lewat SK gubernur Jatim, Kadam Mustoko diangkat menjadi anggota DPRD Lamongan menggantikan Kaharuddin. Lalu Sujono menggantikan Mohammad Amir, dan Sirodjudin menggantikan Sukandar.

• Baca: Loncat ke Nasdem, Demokrat Lamongan PAW Kaharudin-Amir

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Lamongan, Debby Kurniawan mengajak anggota dewan yang baru untuk bekerja lebih optimal, menyamakan persepsi dan komitmen bersama dalam prinsip membangun Kabupaten Lamongan yang lebih berdaya saing.

“Ini dalam rangka menjalankan fungsi DPRD, yaitu fungsi pembentukan Perda, anggaran dan pengawasan,“ ujarnya.

Sementara Bupati Fadeli, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian kepada tiga anggota DPRD yang diberhentikan.

• Baca: Satu Lagi Politikus Demokrat Lamongan Hengkang ke Nasdem

Sedangkan kepada anggota DPRD yang baru dilantik, Fadeli berharap ketiganya dapat memegang amanah dan melaksanakan tugas dengan profesional.

“Agar dapat membawa aspirasi masyarakat guna menjadikan Lamongan lebih berdaya saing, dan mengajak seluruh komponen untuk menjaga persatuan dan kekompakan serta berpartisipasi aktif dalam membangun Lamongan,” paparnya.

Sebelumnya, dua politisi Partai Demokrat, Kaharuddin dan Mohammad Amir, mengundurkan diri dari kursi legislatif dan memilih loncat ke Partai Nasdem. Sedangkan Sukandar, politikus PKB ini mengundurkan diri karena merasa sudah tidak nyaman dan memilih berpindah ke Partai Demokrat.