Diisukan Ancam Perkarakan FK3, Haji Masnuh: Tak Usah Dipelintir!

JANGAN DIPELINTIR: Haji Masnuh, berjiwa besar maafkan FK3. Inset: Haris Nukman sampaikan permintaan maaf. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
JANGAN DIPELINTIR: Haji Masnuh, berjiwa besar maafkan FK3. Inset: Haris Nukman sampaikan permintaan maaf. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Ketua Tim Pemenangan Kelana Aprilianto-Dewi Astutik, Haji Masnuh angkat bicara setelah diisukan mengancam bakal memperkarakan Forum Komunikasi Kiai Kampung (FK3) Sidoarjo terkait gaduh cabut dukungan.

“Tak usah dipelintir-pelintir begitu. Coba cek lagi statement saya, mana ada kata ancaman, mengancam dan sebagainya. Saya hanya bicara prosedur hukum, kalau ini tidak diselesaikan,” katanya saat dihubungi wartawan, Selasa (20/10/2020) malam.

Dalam statement-nya, Masnuh menuturkan, layaknya orang Nahdlatul Ulama (NU) dirinya lebih mengedepankan tabayyun (klarifikasi) untuk menyelesaikan masalah. Bukan langsung melangkah ke ranah hukum.

“Kalau mereka sudah minta maaf, ya harus kita maafkan, tapi ya jangan diulangi lagi,” kata tokoh NU yang berlatar belakang pengusaha tersebut.

“Tapi kalau sampai diulangi lagi ya itu namanya pencemaran nama baik, atau pencemaran nama paslon dan lain sebagainya juga kepada pendukungnya. Otomatis nanti akan sampai ke ranah hukum,” sambungnya.

Bahkan, Masnuh menegaskan, pihak Kelana-Astutik belum melangkah ke ranah hukum karena, sekali lagi, lebih mengedepankan tabayyun.

“Belum, kita mengklarifikasi dulu, kita pakai bahasa NU, tabayyun. Kalau memang sudah bisa diselasaikan ya sudah, untuk apa kita sampai ke ranah hukum,” tandasnya.

Seperti diberitakan, Koordinator FK3 Sidoarjo, Haris Nukman menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada pasangan Kelana-Astutik.

“Saya mohon maaf kepada Bapak Kelana, dan tentu kepada seluruh masyarakat Sidoarjo atas tindakan yang telah saya lakukan,” katanya usai acara silaturahmi Tim Bintang Sembilan Berkelas bersama kiai kampung, tokoh masyarakat, dan warga NU Balongbendo, Selasa (20/10/2020) sore.

Ditanya apakah pencabutan dukungan tersebut atas paksaan dan pesanan dari pihak tertentu, Haris berdalih dirinya tidak tahu sejauh mana komunikasi antara FK3 dengan pihak Kelana.

“Tapi itu, ya kemarin itu kita minta maaf kepada warga, masyarakat, dan tentu kepada Pak Kelana, bahwa itu kesalahan kami,” ucapnya.

FK3 Masih Mendukung

MINTA MAAF: Haris Nukman (baju merah), balik cabut pernyataan dan minta maaf secara terbuka. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
MINTA MAAF: Haris Nukman (baju merah), balik cabut pernyataan dan minta maaf secara terbuka. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Haris menambahkan, klarifikasi dan permintaan maaf ini sekaligus pembatalan pencabutan dukungan FK3 terhadap Kelana-Astutik.

“Sekarang masih seperti itu (masih mendukung). Dengan pernyataan minta maaf saya, berarti itu (pernyataan pencabutan) dianggap tidak ada,” katanya.

Namun isu yang muncul, klarifikasi dan permintaan maaf FK3 ternyata disertai ‘bumbu’ ancaman dari Masnuh, bahwa persoalan ini akan dibawa ke ranah hukum.

“Sekali lagi, bisa dicek pernyataan saya, tidak ada itu ancaman. Saya hanya bicara prosedur hukum, karena negara ini berlandaskan hukum, bukan main ancam,” tandasnya.

» Baca Berita Terkait Pilbup Sidoarjo