Di Acara NU, Khofifah Ingatkan Bahaya Semburan Kebohongan!

Khofifah di acara PCNU Kabupaten Mojokerto, Rabu (3/4/2019). | Foto: Barometerjatim.com/retna mahya
Khofifah di acara PCNU Kabupaten Mojokerto, Rabu (3/4/2019). | Foto: Barometerjatim.com/retna mahya

MOJOKERTO, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk mewaspadai penyebaran berita post truth alias pasca kebenaran yang dihembuskan lewat sejumlah media massa.

“Sehingga kabar tersebut dianggap benar oleh masyarakat, yang pada akhirnya melahirkan semburan-semburan kebohongan (firehose of falsehood) yang sangat membahayakan persatuan dan kesatuan,” kata Khofifah.

Ajakan gubernur pertama di Jatim itu, disampaikan saat menghadiri Istighotsah dan Doa Bersama untuk Bangsa di Terminal Baru Mojosari Kabupaten Mojokerto, Rabu (3/4/2019).

Menurut Khofifah, semburan kebohongan itu tak hanya terjadi di Indonesia terutama menjelang coblosan Pemilu 2019, tapi sudah ‘mewabah’ di seluruh dunia.

“Waspada dengan selalu berdzikir, bershalawat, mudah-mudahan Jawa Timur tetap menjadi provinsi yang aman, nyaman, dan lebih baik,” katanya.

Dalam kesematan tersebut, Khofifah mengapresiasi PCNU Kabupaten Mojokerto yang menjadi garda terdepan untuk membela dan menjaga NKRI dari serangan yang dilakukan pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan..

Hal itu, menurutnya, tergambar dengan diadakannya istighotsah dan doa bersama untuk bangsa yang dihadiri ribuan Nahdliyin — sebutan warga NU — Kabupaten Mojokerto.

“Doa bersama yang diadakan PC NU hari ini  dihadiri ribuan anggota, hingga mampu menciptakan nuansa heroik di antara kita,” ungkapnya.

NU Garda Terdepan

Khofifah ajak warga NU waspadai semburan kebohongan. | Foto: Barometerjatim.com/retna mahya
Khofifah ajak warga NU waspadai semburan kebohongan. | Foto: Barometerjatim.com/retna mahya

Kehadiran Nahdliyin ini menandakan, bahwa dimana saja NU siap menjadi garda terdepan dalam membela agama, negara dan umat dari gempuran pihak-pihak yang ingin mencerai-beraikan umat dan NKRI.

“Kita harus bersaudara dengan umat seagama, dan juga dengan saudara-saudara kita yang bukan seagama,” kata Khofifah.

Apalagi, lanjut Khofifah, saat ini tak sedikit warga, terutama kalangan muda, mulai lepas dari ajaran agama yang dianut. Karena itu, sudah saatnya warga NU membentuk jejaring utamanya di area perguruan tinggi.

“Hal itu juga telah diperkuat dengan banyaknya perguruan tinggi yang didirikan oleh NU,” tandasnya.•

» Baca Berita Terkait Khofifah, Nahdlatul Ulama