Bolu Ketan Mendut Goyang Lidah Arek Suroboyo

PERKAYA KULINER SURABAYA: Bolu ketan mendut, penganan dari ketan asal Magetan yang memperkaya kuliner Kota Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/RADITYA DP
PERKAYA KULINER SURABAYA: Bolu ketan mendut, penganan dari ketan asal Magetan yang memperkaya kuliner Kota Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/RADITYA DP

Lewat tangan kreatif, ketan bisa diolah menjadi kue yang menggoyang lidah. Dari Magelang, bolu ketan mendut perkaya kuliner Kota Surabaya.

KETAN adalah makanan khas Indonesia yang biasa disajikan secara konvensional. Di Surabaya, cukup banyak tempat yang bisa dituju untuk menikmatinya. Namun tak banyak yang tahu, kalau ketan bisa diolah menjadi beragam kue.

Adalah Arsa dan Ratih, pasangan suami istri asal Magelang yang mengkreasi ketan menjadi kue bolu. Sepintas, menilik tampilan, memang tidak ada perbedaan antara bolu dari terigu dan ketan. Perbedaan baru terasa saat menyentuh lidah.

“Bolu biasanya seret, sehingga jika makan harus disertai minum. Nah, bolu ketan ini beda, tidak seret dan lembut rasanya,” tutur Lili, warga Surabaya yang mencicipi bolu ketan milik Arsa dan Ratih.

• Baca: Loopis Emas dan Kue Apen, Kelezatan Khas Pulau Garam

Lantaran semakin diminati, Arsa dan Ratih berharap kehadiran bolu ketan ini bisa menjadi penganan alternatif, sekaligus memperkaya kuliner Kota Surabaya.

Arsa dan istrinya memulai usaha ini pada 2014 dengan modal Rp 600 ribu. Selama dua tahun jatuh bangun, kue bolu inovasinya akhirnya bisa diterima pasar.

“Saya percaya saja bahwa usaha saya ini akan berhasil. Kalaupun kemudian menemui kendala ya wajar, namanya usaha” ujar Arsa saat ditemui di Surabaya, Sabtu (1/9).

• Baca: Manjakan Selera Lewat Cita Rasa Negeri Matador

Selama bergelut dengan waktu untuk menyempurnakan karyanya, Arsa tidak pernah putus asa. Dorongan istri semakin memperkuat semangat dan kerja kerasnya dalam mengembangkan bisnis tersebut.

Alhamdulillah usaha keras kami berhasil. Tahun 2016 menjadi titik awal kebangkitan usaha ini. Permintaan terus meningkat, khususnya di Jawa Tengah,” katanya.

• Baca: Nikmati Sensasi Tengkleng Kurma saat Berbuka Puasa

Seiring waktu, kue bolu ketan juga diminati masyarakat dari daerah lain,  termasuk Surabaya.

“Banyak yang mendorong agar masuk Surabaya dan sekitarnya. Awal Agustus kemarin, kami memutuskan masuk Surabaya dan alhamdulilah responsnya bagus,” papar Arsa.

Omzet Puluhan Juta

KERJA KERAS DAN KRATIF: Arsa dan Ratih, memulai usaha bolu ketan mendut dengan modal Rp 600 ribu. | Foto: Barometerjatim.com/RADITYA DP
KERJA KERAS DAN KRATIF: Arsa dan Ratih, memulai usaha bolu ketan mendut dengan modal Rp 600 ribu. | Foto: Barometerjatim.com/RADITYA DP

Diakui Arsa, saat awal masuk pasar Surabaya masih banyak barang yang kembali alias retur. Namun dari hari ke hari, permintaan terus meningkat dan tidak ada lagi retur.

Bahkan saat ini omzet puluhan juta diraih setiap bulannya. Arsa juga memiliki karyawan dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang di sekitarnya.

• Baca: Di Malang Ada Burger Om Telolet Om

“Bersyukur, dari usaha ini bisa menghidupi keluarga dan bisa membantu tetangga untuk mendapatakan pekerjaan,” ucapnya.

Arsa berharap bolu kreasinya bisa diterima masyarakat dan menjadi makanan favorit arek Suroboyo. “Menjadi makanan ringan favorit bagi semua warga Surabaya, tua muda maupun anak anak.” pungkasnya.