Manjakan Selera Lewat Cita Rasa Negeri Matador

CITA RASA MATADOR: Pelengkap makanan dunia di Kota Pahlawan, El Churro Cafe menyuguhkan berbagai macam makanan khas serta minuman dan camilan yang sehari-hari disantap penduduk Negeri Matador. | Ilustrasi: Barometerjatim.com/RADITYA DP

Untuk kali pertama Surabaya dipilih sebagai pasar berbagai makanan masyarakat Spanyol melaui resto bernama El Churro Cafe.

RESTO yang berada di Food Society, Pakuwon Mall lantai 2 unit 41 Jalan Puncak Indah Lontar, Surabaya menghadirkan alternatif lain dari makan negera-negara terkenal dunia yang sudah lebih dulu ada. Semisal Arab, Jepang, China, Korea dan terakhir Italia.

Sebagai pelengkap makanan dunia lainnya di Kota Pahlawan, El Churro Cafe menyuguhkan berbagai macam makanan khas serta minuman dan camilan yang sehari-hari disantap penduduk Negeri Matador.

Salah satunya Churros (baca: Churro) atau Spanish Doughnuts. Makanan ringan sejenis donat ini sangat populer di kota besar dunia. Yang membedakan dengan donat kebanyakan bentuknya memanjang dan bergerigi.

• Baca: Penjual Kopi ‘Tak Biasa’ Asal Nganjuk Viral di Medsos

Kendatipun Churro dikatagorikan jenis makanan ringan tetapi bahan dasar terigu dengan olahan Spanyol membuat camilan ini mengenyangkan. Keistimewaan lain dari Churro bertektur lembut di bagian dalam dan chrunhcy pada bagian luarnya Churro orginal bisa langsung dinikmati.

Tetapi ada banyak varian rasa yang biasa disajikan. Topping aneka jenis juga disiapkan. Selagi hangat Churro dinikmati dengan berbagai saus. Mulai cokelat, strawbery, avocado, chilly, keju hingga vegetable.

Di negaranya, Churro juga biasa dipakai makan siang. Churro ukuran besar dibelah bagian tengah diisi dengan ayam, daging, buah, telur hingga sayuran menyerupai sandwich. Tidak itu saja. Churro juga dijadikan sajian teman minum kopi di pagi hari, sore hari maupun malam hari.

Standar Masyarakat Dunia

SELERA DUNIA: Salim Basalamah, jadikan Surabaya sentral resto El Churro karena penduduknya memiliki standar masyarakat dunia. | Foto: Barometerjatim.com/RADITYA DP

Salim Basalamah, owner El Churro Cafe mengatakan, sengaja menjadikan kota yang sudah berusia 724 sebagai sentral resto El Churro Surabaya dengan pertimbangan masyarakatnya sudah bisa dikatakan stadar masyarakat kota-kota dunia lainnya. Hal itu terbukti kota Surabaya sebagai sister city kota-kota dunia.

‘’Makanya saya pilih Surabaya sebagai sentral binis El Churro Cafe bukan Jakarta sebagai ibu kota Indonesia,’’ tegas pengusaha muda dengan berbagai bidang usaha itu.

Optimisme Salim terhadap usaha barunya didasari oleh kegemaran masyarakat Surabaya yang senang mencoba makanan baru. Selain itu karakter antara masyarakat Surabaya dan Spanyol tidak jauh berbeda. Ramah dan sangat terbuka dengan siapapun.

• Baca: Pesona Pedesaan Bertabur Ratusan Juta Rupiah per Bulan

Ke depan untuk mendekatkan Churro dengan masyarakat Surabaya, Salim akan mengembangkan sayap dengan membuka gerai-gerai kecil yang disebar di berbagai penjuru kota. Barulah, setelah itu ekspansi dilakukan ke Jakarta dan Bali.

Tidak hanya itu. Ada menu makanan lain yang tak kalah populernya di negara dengan tujuan wisata terbesar kedua setelah Prancis. Quesadilla (baca: Kesadiya) namanya. Makanan khas Spanyol yang terbuat berbahan dasar keju dan tortilla.

Satu tortila lunak dipakai sebagai alas kemudian diisi dengan berbagai macam olahan. Mulai ayam, daging hingga ikan atau sayuran yang dicampur ditutup dengan tortilla lainnya kemudian dipanggang. Di negaranya, Quesadilla disajikan dipotong-potong dan sajikan seperti pizza.