Barikade Gus Dur Somasi Elite Demokrat, Alissa: Tidak Perlu!

TAK PERLU SOMASI: Alissa Wahid, tak setuju dengan Barikade Gus Dur yang mensomasi Rachlan Nashidik. | Foto: IST
TAK PERLU SOMASI: Alissa Wahid, tak setuju dengan Barikade Gus Dur yang mensomasi Rachlan Nashidik. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Meski membantah habis cuitan Rachlan Nashidik, putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Alissa Wahid tak setuju dengan langkah Barikade Gus Dur yang melayangkan somasi kepada wakil ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Demokrat tersebut.

“Tidak perlu. Kita perlu belajar menerima perdebatan dengan lebih santai, sepanjang tidak menciderai harkat martabat kemanusiaan atau kabar bohong,” kata Alissa lewat akun Twitternya @AlissaWahid, Sabtu (20/2/2021).

“Saya menduga bung Alan nggak tahu info saja, keburu ngegas. Jadi ya, itu maksimal kategori khilaf, bukan jahat,” tandasnya.

Cuitan Alissa tersebut menanggapi akun @Brigade01Arwan1, “Kalau pun jadi Somasi jg bagus untuk kebaikan yang bersangkutan. Ini saja sdh Blunder bagi ybs dan PD?”

Bukan sebatas menyebut somasi tak perlu, Alissa bahkan meminta Barikade Gus Dur untuk meralat rilis mereka, sebab Keluarga Ciganjur tidak berencana melayangkan somasi.

“Bung @RachlanNashidik harus diingatkan, itu saja. Diingatkan bahwa kalau kesrimpet begini lagi, jadi liability buat @PDemokrat,” katanya.

Cuitan Alissa didukung Jaringan Gusdurian. “Insya Allah keluarga inti dan keluarga besar Jaringan GUSDURian tidak menuntut/somasi, sebagaimana ditwit oleh Mbak Alissa Wahid @AlissaWahid.”

Sebelumnya, Barikade Gus Dur melayangkan somasi kepada Rachland, lantaran cuitan di akun Twitternya menyebut bahwa makam Gus Dur di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, dibangun dengan anggaran negara.

Cuitan itu sebagai pembanding atas polemik pembangunan Museum SBY-Ani di Pacitan yang mendapat gelontoran anggaran Rp 9 miliar dari Pemprov Jatim.

“Apa yang saudara katakan adalah sangat tidak benar atau tendensius dan mengada-ada dan membuat para santri Gus Dur merasa terlecehkan. Oleh karena makam Gus Dur sepenuhnya dibiayai oleh keluarga inti,” kata Ketua Umum DPP Barikade Gus Dur, Priyo Sambadha dalam somasinya.

Namun Rachlan meluruskan, kalau cuitannya bersumber dari pemberitaan media massa yang tautannya dia lampirkan untuk menanggapi akun @Ell_andalusy.

Intinya, Rachland ingin menyampaikan bahwa ada penghargaan negara terhadap Gus Dur, sehingga fasilitas di sekitar makamnya akan dibangun demi memudahkan para peziarah. Memang, katanya, yang dibangun dengan uang negara bukanlah makam melainkan fasilitas publiknya.

“Meski tidak juga bisa dibantah, bahwa fasilitas yang melengkapi makam itu dibangun negara sebagai wujud penghormatan pada Presiden Abdurrahman Wahid. Saya memohon maaf,” katanya.

» Baca Berita Terkait Museum SBY