Kemiskinan di Pacitan Tinggi, Rp 9 Miliar Malah buat Museum SBY

MUSEUM DI TENGAH KEMISKINAN: Kucuran Rp 9 miliar untuk Museum SBY di tengah kemiskinan Pacitan. | Statistik: BPS Pacitan
MUSEUM DI TENGAH KEMISKINAN: Kucuran Rp 9 miliar untuk Museum SBY di tengah kemiskinan Pacitan. | Statistik: BPS Pacitan

SURABAYA, Barometerjatim.com – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Deni Wicaksono mengkritik keras kucuran hibah APBD Jatim Rp 9 miliar lewat skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk pembangunan Museum dan Galeri SBY-Ani di Pacitan.

APBD, menurut Deni, merupakan instrumen fiskal yang seharusnya digunakan berdasarkan skala prioritas mengingat keterbatasan anggaran. Saat ini yang urgen yakni membantu warga miskin, apalagi kemiskinan di Pacitan masih sangat tinggi, 14,54 persen per 2020.

“Ini termasuk yang tertinggi di Jatim. Demikian pula pendapatan per kapita rakyat Pacitan baru Rp 28 juta per orang per tahun, hanya separuh dari rata-rata pendapatan per kapita di Jatim,” ujarnya, Rabu (17/2/2021).

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Pacitan, jumlah penduduk miskin di kabupaten kelahiran SBY tersebut pada 2020 mencapai 80,82 ribu jiwa (14,54 persen) bila dibandingkan dengan kondisi 2019 yang sebesar 75,86 ribu jiwa.

Persentase penduduk miskin (Po) di Pacitan juga mengalami peningkatan dari 13,67 persen pada 2019 menjadi 14,54 persen pada 2020 atau naik 0,87 persen.

Nah, melihat kemiskinan di Pacitan yang masih sangat tinggui, lanjut Deni, kucuran Rp 9 miliar untuk membangun Museum dan Galeri SBY-Ani di Pacitan menjadi hal yang ironis.

“Apalagi kalau kita lihat bentuk Museum SBY seperti istana mewah, yang menjauh dari realita hidup rakyat Pacitan,” ucap politikus yang juga wakil ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDIP Jatim tersebut.

“Uang rakyat Rp 9 miliar untuk sebuah lembaga yang tujuannya adalah citra politik personal seorang tokoh sangat menyakiti hati rakyat, mengkhianati amanat penderitaan rakyat, apalagi di masa pandemi Covid-19 di mana rakyat sedang kesusahan,” sambungnya.

Dalih Peningkatan Wisata

KEMISKINAN PACITAN: Kemiskinan di Kabupaten Pacitan naik menjadi 14,54 persen pada tahun 2020. | Statistik: BPS Pacitan
KEMISKINAN PACITAN: Kemiskinan di Kabupaten Pacitan naik menjadi 14,54 persen pada tahun 2020. | Statistik: BPS Pacitan

Deni merinci, Rp 9 miliar itu seharusnya bisa untuk membeli beras 900 ribu kilogram yang bisa dibagikan ke rakyat miskin, memfasilitasi lebih dari 500 ribu pelajar dengan bantuan paket data 1 GB, atau memberi ribuan beasiswa mahasiswa yang kesulitan membayar biaya kuliah di masa pandemi.

Soal alasan bantuan pembangunan Museum SBY untuk peningkatan wisata, menurut Deni juga tidak tepat. Pengembangan pariwisata di Pacitan, mestinya dilakukan dengan pendekatan kebudayaan serta pembangunan infrastruktur, bukan dengan Museum SBY-Ani.

“Jika Pak SBY mau bantu rakyat Pacitan, termasuk untuk mendorong wisata seharusnya membangun museum tentang dirinya sendiri itu tanpa bantuan APBD, tanpa bantuan uang rakyat,” katanya.

“Ini kan kebalik-balik, rakyat disuruh membantu lembaga tokoh politik untuk membangun museum tentang tokoh itu sendiri,” tuntasnya.

KEMISKINAN TINGGI: Profil Kemiskinan di Kabupaten Pacitan pada 2020. Penduduk miskin capai 80,82 ribu jiwa. | Statistik: BPS Pacitan
KEMISKINAN TINGGI: Profil Kemiskinan di Kabupaten Pacitan pada 2020. Penduduk miskin capai 80,82 ribu jiwa. | Statistik: BPS Pacitan

» Baca Berita Terkait Kemiskinan