Senin, 24 Januari 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Anwar Sadad Siap Nyagub Jatim di 2024: Kalau Tak Maju, Ngapain Jadi Ketua Partai?

Berita Terkait

SIAP NYAGUB JATIM 2024: Ketua Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad, siap maju calon gubernur Jatim di 2024. | Foto: Barometerjatim/IST
SIAP NYAGUB JATIM 2024: Ketua Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad, siap maju calon gubernur Jatim di 2024. | Foto: Barometerjatim/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad kian terbuka saja menyatakan kesiapannya maju sebagai calon gubernur (Cagub) Jatim di 2024.

Bagi politikus keluarga Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, Pasuruan yang akrab disapa Gus Sadad tersebut, maju menjadi Cagub Jatim adalah konsekuensi politik sebagai ketua partai di level provinsi.

“Kalau seorang ketua partai di tingkat provinsi terus dia enggak mau (maju) jadi kepala daerah, ngapain jadi ketua partai?” katanya diiringi senyum saat menjadi narasumber di acara salah satu stasiun televisi lokal di Surabaya, Kamis (30/12/2021).

“Konsekuensi politik!” timpal Direktur Utama Surabaya Survei Center (SSC), Mochtar W Oetomo yang juga hadir sebagai narasumber di acara tersebut.

Tak hanya menyatakan siap maju sebagai Cagub Jatim di 2024, Sadad juga menegaskan kesiapan Partai Gerindra dalam menghadapi Pemilu 2024.

“Kita persiapkan betul ‘pasukan’ kita dalam menghadapi Pemilu 2024, baik Pileg, Pilpres, maupun Pilkada,” ucap politikus yang juga wakil ketua DPRD Jatim tersebut.

“Kalau seorang ketua partai di tingkat provinsi terus dia enggak mau (maju) jadi kepala daerah, ngapain jadi ketua partai?”

Apalagi Gerindra, lanjut Sadad, punya modal politik tidak kecil. Di Jatim, partai besutan Prabowo Subianto itu menjadi nomor tiga dan di tingkat nasional nomor dua secara perolehan suara.

“Dan alhamdulillah, Gerindra ini termasuk partai politik yang digawangi sebagian besar adalah politikus yang relatif fresh, mereka muda,” katanya.

Sadad juga gembira, karena dalam beberapa survei partai yang digemari milenial adalah Gerindra. “Ini artinya Gerindra adalah partai masa depan, partai yang diharapkan berkiprah lebih besar,” ujarnya.

Karena itu, tandas Sadad, potensi ini harus benar-benar dioptimalkan. Anak muda tidak boleh dijadikan sebagai beban, tapi justru harus diberi kesempatan.

Sementara soal sorotan publik bahwa parpol harus punya uang hingga tingkat ranting kalau ingin besar dan memenangkan kontestasi, Moechtar berpendapat dalam politik tidak ada faktor tunggal.

“Bahwa uang, rupiah, itu dalam setiap kontestasi politik pasti diperlukan, tapi bukan berarti uang adalah segala-galanya, penentu satu-satunya. Selalu ada variabel lain yang berpengaruh, berperan penting,” paparnya.

“Ini yang disebut sudah masuk khazanah atau wilayah strategis. Itu (uang) soal bagian dari strategi, manajemen pengelolaan partai, pengelolaan kontestasi, dan sebagainya, itu tidak bisa dihindarkan,” jelas Moechtar.

» Baca berita terkait Pilgub Jatim. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -