Senin, 15 Agustus 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Anwar Sadad: PMK Tak Hanya Pukul Peternak, tapi Bangun Persepsi Buruk soal Daging!

Berita Terkait

EFEK DOMINO: Anwar Sadad, dicurhati pedagang dan lihat daging dibekukan karena tak laku. | Foto: Barometerjatim.com/IST
EFEK DOMINO: Anwar Sadad, dicurhati pedagang dan lihat daging dibekukan karena tak laku. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

PROBOLINGGO, Barometerjatim.com – Inilah yang dikhawatirkan Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tidak hanya memukul peternak sapi tapi juga memunculkan efek domino.

Apa itu? “Persepsi buruk dari masyarakat tentang daging sapi, sehingga mengurangi konsumsi daging,” katanya usai mendapat keluhan dari pedagang daging sapi di Pasar Besuk, Kabupaten Probolinggo, Selasa (5/7/2022).

Di pasar tersebut, salah seorang pedagang daging sapi, Toni, sambat ke Sadad kalau sudah sebulan ini dagangannya tak laku. Padahal dia menjamin kalau daging yang dijual dari sapi potong sehat.

Tapi mau bagaimana lagi, sudah terbangun stigma di masyarakat tentang bahaya makan daging imbas PMK, bahwa daging sapi bikin perut mules, sehingga masyarakat takut. Terlebih informasi di medsos membuat masyarakat semakin takut.

Menurut Sadad, dampak ini bukan hanya dirasakan para pedagang daging tetapi juga semua jenis usaha yang berkait dengan sapi, termasuk bakso, cilok, jasa selep daging, bahkan susu segar.

Karena itu, legislator yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Jatim tersebut akan terus berkomunikasi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak dan Dinas Peternakan.

“Saya kira Pemprov perlu datang dan melihat langsung agar tahu formulanya. Apalagi ini sudah pandemi, ini penting agar tidak semakin buruk. Kalau bisa, duduk bareng dengan peternak agar ketemu solusinya,” katanya.

“Apalagi sudah ada payung hukum penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT),” tandas politikus keluarga Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, Pasuruan yang akrab disapa Gus Sadad itu.

Pemerintah, lanjut Sadad, harus turun dan menyiapkan apa yang dibutuhkan para peternak. Apalagi vaksin sebenarnya tidak begitu berdampak untuk sapi yang sudah terpapar PMK.

“Peternak butuh seperti konsentrat, vitamin, dan obat-obatan yang bisa menimalisir kematian terhadap hewan ternak mereka. Akar masalah diselesaikan dulu,” tegasnya.

» Baca berita terkait Wabah PMK. Baca juga tulisan terukur lainnya Friyanto.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -