Sabtu, 03 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Pedagang Daging Imbas PMK Sambat ke Anwar Sadad: Sebulan Tak Laku, Mau Dibawa ke Mana Ini?

Berita Terkait

DAGING TAK LAKU: Anwar Sadad disambati pedagang daging sapi di Pasar Besuk Probolinggo. | Foto: Barometerjatim.com/IST
DAGING TAK LAKU: Anwar Sadad disambati pedagang daging sapi di Pasar Besuk Probolinggo. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

PROBOLINGGO, Barometerjatim.com – Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad terus bergerak meninjau wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Usai melihat kondisi peternakan di Pasuruan, Selasa (5/7/2022) hari ini turun ke Pasar Besuk Probolinggo.

Di pasar tersebut, Sadad menerima banyak keluhan. Salah satunya dari Toni, pedagang daging sapi asal Desa Maron Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya, wabah PMK berdampak sekali pada penjualan. Saking sepinya, kadang dalam seminggu hanya buka tiga kali. Bahkan pernah sehari tidak dapat uang sama sekali.

“Saya kulakan, sapinya juga saya jamin terjaga dan sehat. Makanya harga tetap Rp 100 ribu sampai Rp 120 ribu, karena kita tetap memastikan menggunakan sapi sehat,” ujarnya.

Lantaran sepi pembeli, omzet yang didapat Toni pun terjun bebas. Jika sebelum wabah PMK sehari bisa mencapai Rp 30-40 juta, saat ini hanya mengantongi Rp 30 ribu sampai paling banyak Rp 500 ribu sehari.

“Kebanyakan pedagang daging sapi. Teman-teman saya (jualan) satu ekor jadi dua minggu, termasuk saya. Biasanya per hari motong satu ekor, ini malah satu ekor enggak habis sampai hampir sebulan,” ucapnya.

Menurut Toni, sudah terbangun stigma di masyarakat tentang bahaya makan daging dampak wabah PMK membuat penjualan menurun.

Stigma yang terbangun di masyarakat, katanya, makan daging sapi bikin perut mules, sehingga masyarakat takut. Terlebih informasi di medsos membuat masyarakat semakin takut.

“Bahkan daging saya ini numpuk hampir sebulan tidak laku. Mau dibawa ke mana ini?” kata Toni sambil membuka freezer. “Apalagi pedagang sapi yang punya utang, seperti saya ini, tambah bingung. Harapan saya PMK cepat berlalu,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan pedagang, Sadad menuturkan akan terus komunikasi dengan Plt Gubernur Jatim, Emi Elestianto Dardak dan Dinas Peternakan.

“Saya kira Pemprov perlu datang dan melihat langsung agar tahu formulanya. Apalagi ini sudah pandemi, ini penting agar tidak semakin buruk. Kalau bisa duduk bareng dengan peternak, agar ketemu solusinya,” katanya.

“Apalagi sudah ada payung hukum penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT),” tandas legislator yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Jatim tersebut.

» Baca berita terkait Wabah PMK. Baca juga tulisan terukur lainnya Friyanto.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -