Anwar Sadad: Abah Hasyim Figur Inspiratif

NU TERLIBAT AKTIF: Anwar Sadad, Kiai Hasyim melakukan berbagai langkah strategis untuk menjadikan NU terlibat aktif dalam menyelesaikan berbagai agenda persoalan kebangsaan. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Duka atas kepergian KH Hasyim Muzadi dirasakan semua pihak, tak terkecuali kader Nahdlatul Ulama (NU) yang juga sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad.

Terlebih, Sadad banyak menimbah ilmu dari sosok mantan ketua umum PBNU dua periode itu. “Abah Hasyim figur inspiratif. Beliau mengajari saya dan sahabat-sahabat sejak masih menjadi aktivis mahasiswa untuk bergerak mengharmonikan keislaman dengan nasionalisme,” katanya, Kamis (16/3).

Menurut Sadad, Kiai Hasyim melakukan berbagai langkah strategis untuk menjadikan NU terlibat aktif dalam menyelesaikan berbagai agenda persoalan kebangsaan.

• Baca: Hidup-Wafat dengan Semangat Islam Rahmatan lil Alamin

“Di tangan Abah Hasyim, NU menjadi organisasi yang sangat aktif bukan semata-mata sebagai organisasi keagamaan, akan tetapi juga di bidang sosial. Lebih khusus pada penanganan masalah-masalah sosial yang disebabkan konflik agama,” paparnya.

Atas jasanya pula, lanjut Sadad, Indonesia seakan menjadi ‘role model’ Islam yang rahmatan lil alamin, menjadi rujukan bagi negara-negara muslim lainnya.

Safari Kiai Hasyim akhir tahun lalu ke kampus-kampus besar di Australia menunjukkan kapasitasnya sebagai tokoh internasional yang pemikirannya tentang Islam rahmatan lil alamin diperlukan oleh dunia Islam internasional.

Diminta Menulis Buku
Sadad juga memiliki terkesan khusus dengan Kiai Hasyim. Pada 1999, dia dan temannya, Ghozi Alfatih diminta untuk menulis buku tentang pemikiran-pemikiran Kiai Hasyim secara utuh tentang NU dan bangsa.

“Buku ini didedikasikan sebagai sumbangan pemikiran beliau dalam Muktamar ke-30 NU di Lirboyo, Kediri. Buku tersebut terbit, berjudul: NU di Tengah Agenda Persoalan Bangsa,” kenang Ketua Dewan Pakar Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) itu.

“Di tangan Abah Hasyim, NU menjadi organisasi yang sangat aktif bukan semata-mata sebagai organisasi keagamaan, akan tetapi juga di bidang sosial.”

Momen itu sekaligus menjadi penanda perkenalan Sadad dengan Kiai Hasyim yang disebutnya sangat berkesan. Dalam penulisan buku tersebut dia berhari-hari menginap di Cengger Ayam dan mengikuti kemanapun Kiai Hasyim ceramah di beberapa kota di Jatim.

Buku berisi pemikiran Kiai Hasyim yang ditulis Sadad berdasarkan wawancara, sebagian besar dilakukan di kendaraan dalam perjalanan menuju tempat berceramah. Sebagian lagi dari poin-poin penting materi ceramah.

“Saya merasa dididik dan dikader langsung oleh beliau. Saya sangat kehilangan. Semoga beliau khusnul khotimah, mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” tuntas anggota Komisi C DPRD Jatim tersebut.