Aksi Sosial! Jurnalis Surabaya Bantu Warga Terdampak Corona

TERDAMPAK CORONA: Aksi sosial jurnalis Surabaya, Lely Yuana untuk warga terdampak sosial ekonomi akibat wabah Corona. | Foto: IST
TERDAMPAK CORONA: Aksi sosial jurnalis Surabaya, Lely Yuana untuk warga terdampak sosial ekonomi akibat Corona. | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Anam, warga Ngagel Tirta, Surabaya, tak kuasa menahan haru sekaligus gembira saat menerima bantuan berupa lima kilogram beras, dua kotak susu, satu liter minyak goreng, serta beberapa butir telur ayam.

Bagi Anam yang bekerja serabutan, bantuan tersebut sangat bermanfaat di tengah kondisi ekonomi keluarganya yang semakin sulit akibat pandemi virus Corona (Covid-19).

“Kadang anak-anak hanya makan kerupuk. Maturnuwun nggih Mbak, ngapuntene ngerepoti. Mugi-mugi njenengan sehat sekeluarga (Terima kasih ya Mbak, maaf merepotkan. Semoga anda sehat sekeluarga) amin,” ucap Anam didampingi istrinya saat menerima bantuan di kawasan Ngagel, Kamis (1/4/2020) petang.

Bantuan tersebut merupakan aksi sosial yang diinisiasi jurnalis media online nasional Time Indonesia, Lely Yuana.

Perempuan kelahiran Kediri itu tergerak, lantaran melihat dampak Corona serta Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB) yang mengakibatkan beberapa sektor perekonomian lumpuh, sehingga masyarakat memerlukan bantuan cepat dan nyata.

Sebagai tahap awal, Lely mendonasikan penghasilan pribadinya dalam bentuk satu kwintal beras produksi petani lokal, 20 liter minyak goreng dan 40 kotak susu cair siap minum serta telur ayam.

Rinciannya, satu kepala keluarga (KK) mendapatkan lima kilogram beras, dua kotak susu dan satu liter minyak goreng serta beberapa butir telur ayam.

“Sebagai pewarta yang terjun di lapangan, kami dihadapkan dengan fakta kepanikan masyarakat akibat perluasan wabah Corona ini,” kata Lely saat ditanya soal aksi sosialnya.

Kepanikan tersebut, lanjutnya, bukan sekadar ancaman kesehatan, tapi juga dampak sosial ekonomi. Salah satunya adalah ketersediaan bahan pangan.

Terlebih situasi ekonomi masih simpang siur, sementara sejumlah pihak masih disibukkan dengan bantuan urgen yang bersifat pencegahan untuk Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, hand sanitizer, hingga sabun cuci tangan.

“Saya memiliki keterbatasan waktu dan dana untuk mencari APD, maka saya melakukan langkah ini melalui penghasilan kecil saya sebagai jurnalis maupun penulis lepas,” ucapnya.

Langkah yang dipilih dengan memasok kebutuhan pangan ini sengaja mengutamakan beras produksi petani lokal. “Ya harapannya agar perekonomian petani lokal kita tetap berjalan,” tandasnya.

Aksi sosial Lely juga membuat sejumlah koleganya turut tergerak. Di antaranya mendapatkan bantuan tambahan 20 kilogram beras dari rekannya, antara lain Putri, Ongky, dan Fajar.

Jaga Physical Distancing

SEDIKIT RINGANKAN BEBAN: Warga terdampak sosial ekonomi akibat wabah Corona di Surabaya butuh bantuan cepat dan nyata. | Foto: IST
SEDIKIT RINGANKAN BEBAN: Warga terdampak sosial ekonomi akibat wabah Corona butuh bantuan cepat dan nyata. | Foto: IST

Paket pangan dan gizi, dibagikan Lely di area Kota Surabaya mulai Ngagel, Nginden Raya, Manyar dan Bratang. Pembagian telah mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Pemberian bantuan dilakukan secara door to door dan sesuai standar kesehatan, yaitu menerapkan pola physical distancing serta dilengkapi APD. Semoga berkah buat penerima,” ujarnya.

Bantuan khusus disalurkan di Surabaya, lanjut Lely, sekaligus mengikuti imbauan pemerintah untuk tetap berada di dalam kota sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Saya juga menerapkan pola Work From Home (WFH), satu hari di lapangan satu hari kerja agar tetap berada di garda depan mengabarkan dan mengajak masyarakat optimistis,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Pandemi Corona