6 Merek Diuji, BPOM: Garam Campur Kaca Hoax

HEBOH ‘GARAM CAMPUR BELING’: Akun Mahendra Jaya mengunggah video ‘garam bercampur kaca’ di YouTube pada 12 Agustus 2017. Video ini ditonton 4.376 kali. | Foto: Capture Akun Mahendra Jaya/YouTube

SURABAYA, Barometerjatim.com – Viral garam bercampur kaca hingga tawas yang tak kunjung berhenti di media sosial, membuat Badan Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BPOM) Surabaya gerah dan akhirnya angkat bicara.

Kepala BPOM Surabaya, Hardiningsih menjelaskan, setelah melakukan uji laboratorium pihaknya bisa memastikan kalau kabar garam campur kaca hingga tawas tersebut negatif.

“Kita sudah ambil enam sampel merek garam. Kami uji hasilnya garam itu larut dengan sempurna di dalam air. Artinya tidak ada partikel kaca,” terang Hardaningsih pada wartawan di Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Jumat (18/8).

Enam merek garam tersebut diambil dari pasar, toko kelontong dan di tempat-tempat yang biasa jadi jujugan masyarakat memperoleh garam.

“Kami memastikan garam mengandung kaca itu hoax. Kami minta juga ke media untuk membantu melawan berita hoax dan tidak terus menyebarkannya,” tambahnya.

Menurut Hardiningsih, penyebaran itu menurutnya tak hanya merugikan masyarakat lantaran membuat resah, juga membuat kerugian di pihak produsen.

• Baca: Tak Ada Garam Campur Bubuk Kristal Kaca di Lamongan

Langkah selanjutnya, kata Hardiningsih,  BPPOM akan akan melakukan antisipasi untuk melawan berita hoax tersebut dengan bentuk pemberitaan dan klarifikasi.

“Sepertinya kabar hoax itu masih terus ada, maka dari itu kita akan melawan sebagai langkah lanjutan,” tandasnya.

Sebelumnya akhir Juli lalu beredar kabar, warga di Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Lamongan, merasa janggal ketika memasak menemukan garam berbentuk seperti bubuk kristal kaca yang tidak bisa hancur dan sulit dihaluskan saat ditumbuk. Diduga garam tersebut dicampur serpihan kaca.

Kabar garam bercampur kaca semakin viral, setelah video warga tersebar di media sosial yang diunggah akun Mahendra Jaya di YouTube pada 12 Agustus 2017. “Merinding banget, ketika tau garam beriodium ini ternyata mengandung pecahan kaca/beling.. Benarkah?” tulis Mahendra memberi caption video yang diunggahnya.

Dalam video itu tampak seorang perempuan menunjukkan beberapa butiran beling setelah melarutkan garam ke dalam air, kemudian menyaringnya menggunakan kain berwarna hitam.

Menurut penuturan pengunggah, video tersebut didapatkannya dari sebuah akun di Facebook. Dia pun meminta pihak terkait untuk menindaklanjuti kebenaran dari informasi tersebut agar masyarakat tidak menjadi bingung.