Warga Sidoarjo Digemparkan Pencurian Tali Pocong

PEMBONGKARAN MAKAM: Pembongkaran makam Janji (56). Tiga tali pengikat kain kafan dicuri orang. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG
PEMBONGKARAN MAKAM: Pembongkaran makam Janji (56). Tiga tali pengikat kain kafan dicuri orang. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Sabtu (28/7) pagi, warga Desa Medalem, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, digemparkan kasus pencurian tali pocong di makam Janji (56), warga setempat yang meninggal pada Kamis (19/7) sekitar pukul 05.10 WIB.

Kali pertama yang mengetahui makam Jani digali orang yakni Suryat, seorang petani yang sawahnya berada di samping makam. Mengetahui kejadian tersebut, Suryat langsung menemui Mujiono, kerabat almarhum.

Suryat menceritakan, saat berjalan di pinggir makam usai menanam sawi, dia terjatuh karena tersandung batu. Saat itulah matanya tertuju ke gundukan makan Janji dan ada bekas galian baru.

• Baca: Biar Dibilang Jagoan, Tukang Cukur Berkomplot Jadi Rampok

Mendengar penuturan Suryat, keluarga almarhum, termasuk istri Janji, Buara (51), kemudian mendatangi makam untuk memastikan kebenaran cerita tersebut. Ternyata benar, makam Janji ada yang membongkar.

“Makam suami saya ada bekas digali orang. Urukan tanahnya tidak merata. Terakhir saat dijaga keluarga, permukaan tanahnya masih mumbul (gundukan),” cerita Buara, Senin (30/7).

Selain itu, lanjut Buara, di sekitar makam juga ada batok kelapa yang diduga dijadikan alat untuk mengeruk tanah makam. “Di pinggir pagar makam juga ada bekas kaki orang yang diusapkan di pojok pintu kecil sebelah utara,” sambungnya.

• Baca: Terbuai Janji, Gadis Surabaya Tertipu Kenalan di Medsos

Setelah menyaksikan keganjilan kondisi makam, pihak keluarga sepakat untuk membongkar kembali makam Janji. Dari situlah diketahui kalau tiga ikat tali pocong almarhum hilang.

“Setelah dibongkar, saya bersama keluarga dan aparat desa melihat tiga tali kain kafan (kepala, perut, dan kaki) mayat suami saya, semuanya tidak ada,” keluhnya.

Buarah meyakini, pencuri tiga tali pocong suaminya adalah orang yang meninggalkan batok kelapa dan pemilik jejak kaki di pagar makam. “Saya yakin itu (si pencurinya).”

Keperluan ‘Ilmu Hitam’

Buaram menduga, pencurian tali pocong jenazah suaminya terjadi seminggu setelah pemakaman, tepatnya Jumat (27/7) malam. Sebab, selama tujuh hari setelah meninggal, keluarganya selalu menjaga makam suaminya itu.

“Terahir tidak dijaga hari Kamis (26/7). Sehari setelah tidak dijaga, hari Jumat malamnya (tali pocong) diambil dan hari Sabtunya diketahui kalau makam suami saya dibibongkar,” ujarnya.

• Baca: Pria Papua Diamankan Polisi Gara-gara Dua Tanduk Rusa

Setelah pembongkaran kembali makam, Buaram dan keluarganya melapor ke Sekdes Medalem, Timan yang kemudian melanjutkan laporan polisi dan dilakukan tindak lanjut dengan mendatangi makam.

Dikonfirmasi terkait peristiwa ini, Kanit Reskrim Polsek Tulangan, Ipda Sudarsono menduga, kalau perbuatan tersebut diduga dilakukan orang yang tengah mendalami ilmu kekebalan atau sejenis ilmu hitam.

“Kita harus waspada, jika memang menjumpai kejadian seperti ini segeralah berkordinasi dengan aparat kepolisian,” tandas Sudarsono.