Senin, 24 Januari 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Tekan Harga Minyak Goreng Jadi Rp 14 Ribu, di Jatim Ada Subsidi Rp 2 Ribu Lho

Berita Terkait

HARGA STABIL: Emil Dardak dampingi Menko Airlangga melakukan peninjauan di Pasar Wonokromo. | Foto: Barometerjatim.com/IST
HARGA STABIL: Emil Dardak dampingi Menko Airlangga melakukan peninjauan di Pasar Wonokromo. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak menegaskan berbagai upaya telah dilakukan Pemprov Jatim untuk memastikan bahwa harga kebutuhan pokok sudah terkendali. Di antaranya harga minyak goreng, beras, telur, cabai, dan bawang yang kini disokong pemerintah.

Hal itu dikatakan Emil usai mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto saat melakukan pengecekan stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya minyak goreng, di Pasar Wonokromo Surabaya, Kamis (13/1/2022).

Terkait harga minyak goreng, Emil menjelaskan yakni mengikuti harga pasaran yang kini ditekan di angka Rp 14.000. Namun Pemprov Jatim memberi subsidi Rp 2.000, sehingga per liter minyak dibanderol dengan harga Rp 12.000.

“Sekarang pemerintah sedang berusaha menekan harga minyak goreng di angka Rp 14.000. Pemprov Jatim sudah melakukan berbagai langkah untuk menaikkan daya beli minyak masyarakat, salah satunya dengan subsidi,” katanya.

Agar subsidi tepat sasaran, lanjut Emil, pembeli diharuskan menunjukkan KTP. Masing-masing pembeli pun mendapat jatah maksimal dua kantong minyak goreng atau dua liter.

Mantan Bupati Trenggalek itu juga memaparkan, koordinasi untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok ini dilakukan dengan sinergi bersama Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian.

Sebab, naik turunnya harga secara langsung menyangkut produksi komoditas dari petani. “Koordinasi ini terkait produksi yang dihasilkan petani dan tentu saja harga yang berkembang di pasar,” sebutnya.

Selebihnya, Emil menandaskan, Pemprov Jatim akan sebaik mungkin berupaya memberikan pembinaan dan pelatihan lanjutan bagi para pelaku usaha. Ini sebagai kontribusi dalam pemulihan ekonomi, baik bagi Jatim maupun nasional.

“Untuk percepatan pemulihan ekonomi, kami akan membina dan memberikan pelatihan lanjutan untuk memastikan bahwa semua output terlaksana dengan baik,” tuntasnya.

» Baca berita terkait Pemprov Jatim. Baca juga tulisan terukur lainnya Abdillah HR.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -