Target PAD Rp 15 Miliar, Kejar Revenue Lewat Proyek Besar

PROSPEK BISNIS: Jalan tol, sektor bisnis yang akan dimasuki PT PWU untuk mendatangkan revenue besar demi memenuhi target setoran PAD. | Foto: Ist

PT PWU yang selama ini ‘berselimut kasus’ diharapkan menjelma menjadi BUMD andal penyetor PAD. Demi meraih revenue besar, di tangan Basanto Yudoyoko pengembangan perusahaan dilakukan tanpa harus ‘merepoti’ Pemprov dalam urusan modal.

Di TENGAH kasus dugaan korupsi pelepasan aset, PT Panca Wira Usaha (PWU) kerap menjadi ‘bulan-bulanan’ kalangan DPRD Jatim lantaran setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 4 miliar dinilai minim, tak sebanding dengan penyertaan modal Rp 250 miliar.

Namun beragam kritik dari kalangan wakil rakyat itu dianggap Direktur Utama PT PWU, Basanto Yudoyoko justru sebagai pelecut semangat untuk berbenah. Basanto tak memungkiri setoran PAD masih minim, namun seiring waktu dia optimistis akan terus meningkat.

“Memang (setoran PAD) masih di bawah Bank Jatim. Namun sebenarnya selama ini setoran kami terus naik. Hanya di 2015 saja yang turun karena kondisi memang sulit,” kata Basanto pada wartawan.

Untuk mengejar setoran PAD, Basanto tengah membidik sejumlah proyek besar. Upaya ini selain sebagai pengembangan perusahaan juga untuk mendapatkan revenue lebih besar lagi.

Bagaimana dengan modal? “Kami mengandalkan perbankan, tidak mungkin meminta anggaran dari Pemprov,” terangnya.

Hanya saja, kalau anggaran pengembangan ini dicukupi Pemprov, pihaknya mungkin bisa setor PAD Rp 10-15 miliar. “Buktinya untuk bunga bank kami bisa membayar Rp 12 miliar per tahun,” tegasnya.

Namun, sekali lagi, dia menegaskan tidak ingin merepoti Pemprov apalagi kondisi perekonomian yang masih belum stabil seperti saat ini.

Disinggung penyertaan modal Rp 250 milar, Basanto menyebut modal dasar itu memang cukup pada saat itu. Namu seiring perkembangan jumlah tersebut sudah tidak cukup Lagi. Apalagi saat itu baru landing 50 persen.

“Paling tidak kebutuhan kita Rp 750 miliar. Tapi kami tidak mungkin meminta tambahan ini ke Pemprov, karena situasi yang tidak memungkinkan dan kami memang tidak berharap,” katanya.

“Makanya kami izin ke Pakde (Gubernur Soekarwo) untuk memasuki bisnis yang menjanjikan revenue besar, misalnya bisnis jalan tol dan properti,” tambah ayah dua anak tersebut.