Selasa, 04 Oktober 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Tak Hanya Dekat dengan Kiai, Wah! Rupanya Prabowo Subianto Pernah Mondok di Lirboyo Kediri

Berita Terkait

KOALISI UNTUK 2024: Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar, Gerindra-PKB sah koalisi. | Foto: IST
KOALISI UNTUK 2024: Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar, Gerindra-PKB sah koalisi. | Foto: IST
- Advertisement -

BOGOR, Barometerjatim.com – Tak hanya dikenal dekat dengan kiai dan kalangan pesantren. Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto rupanya pernah mondok di Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri. Wah!

Pengakuan itu disampaikan Prabowo saat berpidato usai penandatanganan koalisi antara Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2022).

“Tadi waktu saya masuk, oleh KH Kafabihi Mahrus dari Ponpes Lirboyo Kediri saya disapa, karena saya pernah mondok di Lirboyo,” katanya yang disambut aplaus panjang para tokoh dan kader PKB-Gerindra.

Bener kiai?” lanjut Prabowo ke arah Kiai Kafabihi yang hadir di lokasi. “Tapi mondoknya satu hari saja. Tapi kan bener mondok, walaupun satu hari saya mondok.”

Saat mondok sehari tersebut, Prabowo mengaku diperlakukan layaknya orang pesantren, termasuk pukul 02.00 dini hari dibangunkan untuk shalat malam.

“Harus sembayang di situ. Jadi saya merasa memang sangat dekat dengan kiai,” ujar politikus yang juga Menteri Pertahanan tersebut.

Lagi pula, tandas Prabowo, semua tentara yang beragama Islam pasti dekat dengan kiai, karena kalau mau berangkat perang yang dicari adalah kiai dan yang beragama Kristen mencari pendeta atau pastur.

“Kenapa? Kalau mau berangkat perang belum tentu kembali. Jadi kita berangkat dari muda harus siap berkorban, kita siap memberi jiwa dan raga untuk negara dan bangsa,” katanya.

Prabowo lantas menjelaskan mengapa dirinya cocok dengan kalangan kiai, terutama kiai  Nahdlatul Ulama (NU), karena dalam sejarahnya NU sungguh-sungguh memperjuangkan kebangsaan. Selalu membela bangsa dalam keadaan krisis atau genting.

Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, misalnya, memang diproklamirkan di Jakarta. Tetapi ujian kemerdekaan terjadi di Surabaya pada November 1945.

“Dan di situ kita melihat keberpihakan para ulama. Di situ kita melihat rakyat Jatim  sebagai ujung tombak mempertahakan kemerdekaan RI,” katanya.

Dalam konteks politik, Prabowo menyebut PKB adalah anak kandung NU. Saat NU menjadi partai politk, sangat terbuka bahkan memiliki anggota DPR RI dari agama lain serta keturunan Thionhoa.

“Sekarang tradisi ini diteruskan PKB. Hari ini pun PKB punya anggota dari agama Budha keturunan Tionghoa. Artinya PKB adalah partai terbuka, partai yang merangkul semua. Jadi jangan heran kalau Gerindra cocok sama PKB,” ujarnya.

» Baca berita terkait Gerindra Jatim. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -