Tahun Ini, Gubernur Janji Bangun Pengelolaan Limbah B3

TARI REMO: Wapres Jusuf Kalla disambut hiburan Tari Remo, tarian Jawa Timuran, pada acara HPSN di Taman Surabaya, Kecamtan Bulak, Selasa (28/2).

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gubernur Jawa Timur, Soekarwo menegaskan tahun ini pemerintah provinsi (Pemprov) akan membanguan Pusat Pengelolaan Limbah Industri-Bahan Berbahaya dan Beracun (PPLI-B3).

Hal itu ditegaskan gubernur yang akrab disapa Pakde itu dalam pidatonya di hadapan Wapres Jusuf Kalla (JK) pada acara Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Taman Surabaya, Kecamtan Bulak, Selasa (28/2).

Pusat pemanfaatan, pengelolaan dan penimpinan sampah itu nantinya, kata Pakde, akan dibangun di atas lahan seluas 57 hektar milik Perhutani di Desa Cendoro, Kecamatan Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto.

Sedangkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (Risma) mengklaim kota yang dipimpinnya berhasil mengurangi 300 ribu ton sampah perhari.

“Saat ini kita punya 28 ribu lebih kader lingkungan dan 500 fasilitator penggerak yang mendorong dan memotivasi warga, sehingga dari kampung bisa mengurangi 300 ton sampah dalam sehari,” kata Risma dalam pidatonya.

Tak hanya sampah di kampung-kampung, dia juga mengklaim sudah bisa mengatasi sampah di pasar-pasar tradisional.

Baca: Wapres: Manfaatkan, Sampah Jangan Dianggap ‘Lawan’

Sementara Wapres JK mengajak masyarakat untuk menjadikan sampah sebagai ‘kawan’ yang bisa dimanfaatkan secara ekonomis. Seperti mendaur ulang limbah plastik menjadi kostum unik yang dikenakan para pelajar saat menyambut kedatangannya.

“Walau (kostum daur ulang) sulit dipakai sehari-hari, tapi bolehlah untuk menari-nari. Itu cara menjadikan sampah sebagai ‘kawan’,” ucapnya.

“Kita tidak mungkin menghilangi sampah 100 persen, tapi kita bisa mengaturnya. Sampah bisa menjadi kawan kalau bisa mengaturnya dengan baik,” sambungnya.

JK juga berharap bank-bank sampah akan terus bermunculan sebagai upaya mengatasi limbah dari sampah rumah tangga.

“Ibu-ibu rumah tangga mungkin sadar, sampah rumah tangga bagian dari rumah tangga. Sehingga banyak membuat bank-bank sampah sebagi upaya menjadikan sampah sebagai kawan,” tandasnya.