Suasana Tempo Dulu Warnai Bukber PN Bareng Anak Yatim

BERBAGI DI BULAN SUCI: Ketua PN Surabaya, Sujatmiko dibantu wakilnya saat memberikan tali asih kepada anak yatim penghuni panti asuhan As-Sakinah. | Foto: Barometerjatim.com/TOMMY RABANI

SURABAYA, Barometerjatim.com – Puluhan anak yatim piatu dari panti asuhan As-Sakinah tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Senyum penghuni panti asuhan yang beralamatkan di Jalan Wonokitri Gang 4 Nomor 26 ini langsung  mengembang ketika Sujatmiko, ketua Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mulai membagikan tali asih kepada mereka, Senin (19/6).

Satu persatu yang datang, mendapatkan amplop berisi uang serta bingkisan terbungkus kantong merah yang berisi alat shalat yang dibagikan secara bergantian oleh ketua PN Surabaya.

Alhamdulillah masih ada berkah untuk saya dan adik-adik saya di Ramadhan ini,” singkat Rini (14), salah satu penghuni panti yang usianya lebih tua dibanding yang lainnya.

• Baca: Investasi ‘Fiktif’, Yusuf Mansur Dilaporkan ke Polda Jatim

Para penghuni panti tersebut, sengaja diundang pihak PN Surabaya pada rangkaian acara sosial yang digelar di hari-hari akhir Ramadhan 2017 ini.

Dibantu wakilnya, pemberian tali asih diberikan Sujatmiko di masjid Al Hikmah PN SUrabaya menjelang adzan maghrib berkumandang. Lalu, acara dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah serta buka bersama dengan para undangan.

Acara yang dikemas dengan tema “Buka Puasa Bersama dan Shalat Tarawih Berjamaah Bersama Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Timur di Pengadilan Negeri Surabaya Kelas I A Khusus” ini dibuka dengan sambutan Abdul Kadir, ketua PT Jatim.

Dalam sambutannya, Kadir mengungkapkan kebanggaannya terhadap aksi sosial yang dilakukan PN Surabaya. “Kita berharap kegiatan serupa bisa dilakukan rutin setiap tahunnya,” ujarnya.

• Baca: Kasus Japung, Status Tersangka Bambang DH Tak Berujung

Tak hanya para penghuni panti, tampak pula raut sumringah yang tersirat di wajah Sujatmiko. Senyum khasnya tak pernah surut disepanjang rangkaian acara berlangsung, terlebih saat dia berdekatan dengan para anak yatim.

Namun sayangnya, dia enggan dimintai komentar soal aksi sosial yang digelar tersebut. “Tidak ada yang perlu dikomentari, berbuat sosial merupakan kewajiban kita,” singkatnya.

Sedangkan acara buka bersama dikonsep dengan tema tempo dulu. Para undangan dibuat nyaman menikmati menu buka puasanya dengan suasana vintage.

“Soal konsep acara, kebetulan saja gedung pengadilan ini kan cagar budaya, ya sekalian kita buat konsep tempo dulu. Biar kesan sejarahnya makin kental,” tambahnya.