Sirajuddin Mundur, Kunci Kemenangan Riyadh

NAHKODA BARU: Ahmad Riyadh, tak hanya menyatukan kubu yang terbelah dalam kongres, tapi juga harus mengembalikan kejayaan sepakbola Jatim. | Foto: Ist

Kursi Ketua Umum PSSI Jawa Timur akhirnya diduduki Ahmad Riyadh setelah dalam pemilihan suara unggul tipis atas rivalnya, Hidayat: 54-47. Apa kuncinya?

KETEGANGAN mewarnai proses penghitungan suara dalam Kongres PSSI Jatim di Hotel Garden, Sabtu (25/3) petang. Bayangkan, diawal hingga akhir penghitungan, perolehan suara keduanya saling kejar-kejaran. Awalnya, kubu Hidayat tersenyum. Maklum, sempat unggul 10 suara.

Namun di akhir penghitungan, suara untuk Riyadh melesat. Hingga akhirnya dipastikan menang setelah kertas suara hanya tertinggal tiga lembar. Total Riyadh mendulang 54 suara sedangkan Hidayat 47 suara. Satu suara lagi dinyatakan tidak sah.

Sebenarnya ketegangan sudah terjadi sehari sebelum penghitungan. Pukul 22.00 WIB di Hotel Garden, pendukung Riyadh terlihat masih resah. Salah satu tokoh sepakbola dari Jember Sirajuddin belum muncul. Dari Sirajudin, diharapkan sedikitnya lima suara pendukungnya bisa dibawa ke Riyadh.

• Baca: Bersama Bonek, Menpora Nikmati Jalan Kaki 3 Kilometer

Salah seorang ‘anak buah’ Sirajudin mengatakan jika ketua umum Jember United itu masih dalam perjalanan dari Bandara Juanda, “Beliau dari Yogya habis pertemuan asosiasi pengusaha kulit, kena macet satu jam lebih karena lewat tengah kota,” ucapnya.

Tentu saja alasannya agak mengherankan, meski Surabaya Kota Metrpolis, namun jarang sekali terjadi macet apalagi jam sudah menunjukan pukul 22.15 WIB. Desas-desus, nama Sirajudin sudah dalam daftar calon anggota exco PSSI satu paket dengan Hidayat.

Sementara pendukung Hidayat memilih berkumpul di Hotel Sahid. Sebagian besar sudah yakin akan memenangi pertarungan. Kalkulasinya, minimal unggul enam suara dari Riyadh dengan catatan Sirajudin bergabung dan satu gerbong dalam pencalonan anggota exco.

Kehadiran La Nyalla
Sabtu pagi Kongres PSSI Jatim mulai digelar. Mantan Ketua PSSI, La Nyalla Mattalitti secara mengejutkan memberikan sambutan di depan para peserta kongres, “Jangan salah sangka dulu, saya datang ke sini mewakili KONI Jatim, karena saya wakil ketua umum KONI Jatim,” ucapnya membuka sambutan.

Entah apa makna di balik kehidaran La Nyalla Mattalitti di Kongres PSSI Jatim ini. Yang pasti kubu Hidayat masih tersenyum karena nama Sirajudin tetap berada dalam daftar calon EXCO PSSI Jatim.

Namun tiba-tiba, Sirajudin yang berada duduk di bangku deretan nomor tiga dari depan memilih mundur dari penclonan EXCO. Sekilas memang tidak ada masalah, namun hampir pasti kubu Hidayat mulai gundah.

“Mundurnya Sirajudin dari EXCO, membuat kalkulasi suara berbalik. Ketokohan Pak Sirajudin sedikitnya membawa lima suara. Ini yang membuat kubu Pak Riyadh bisa unggul. Mungkin Pak Sirajudin punya pemikiran sendiri, tahun ini banyak agenda sepakbola di Jember,” ucap salah seorang peserta kongres yang mewanti namanya tidak disebutkan.

“Ini adalah kemenangan sepakbola Jawa Timur. Ini yang harus diimplementasikan ke depan. Kami akan menjadikan sepakbola ini profesional dan bermartabat.”

Semantara Sirajudin sendiri mengatakan dirinya memilih mundur karena orang nomor satu di Jember meminta dirinya fokus lebih dulu untuk memajukan sepakbola di di wilayah. “Bupati minta saya mengurus dulu sepakbola di Jember, jangan dulu keluar,” ucap Sirajudin sebelum penghitungan suara dimulai.

Benar atau tidak, mundurnya Sirajudin menjadi kunci kemenangan Riyadh tentu tak perlu di persoalankan lagi. Kekalahan dalam pertarungan perebutan jabatan adalah biasa.

Yang pasti Kongres PSSI Jatim 2017 sudah usai. Kini hingga empat tahun ke depan tugas berat ada di pundak Riyadh. Tidak hanya menyatukan kubu yang terbelah dalam kongres, tapi juga harus mengembalikan kejayaan sepakbola Jatim.

“Ini adalah kemenangan sepakbola Jawa Timur. Ini yang harus diimplementasikan ke depan. Kami akan menjadikan sepakbola ini profesional dan bermartabat,” ucap Riyadh.