Potensi Kerugian Rp 1,4 T, Pengangguran 1,7 Juta

HARAP-HARAP CEMAS: Jutaan orang menggantungkan hidup dari sembilan pabrik gula di Jatim. Akankah ditutup? | Foto: Ilustrasi/Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI menargetkan penutupan sembilan pabrik gula (PG) di 2017. Namun Pemprov Jatim, secara tegas, menolak rencana ‘ekstrem’ tersebut.

“Kalau alasan efisiensi yang diajukan pihak PTPN, Pak Gubernur tetap tidak setuju,” ungkap Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Samsul Arifin di kantornya, Kamis (16/2).

“Deputi Kementerian BUMN, Pak Wahyu dan beberapa dirut PTPN telah menemui Pak Gubernur dua minggu lalu, tapi Pak Gubernur tetap menolak penutupan sembilan PG di Jatim.”

Pemprov, kata Samsul, tetap menolak penutupan PG karena belajar pengalaman pada 1994. Saat itu terjadi penutupan dua PG, yakni PG Krian dan PG Demas Besuki. Akhirnya Krian dan Besuki hingga kini nggak pernah ada lagi lahan tebu.

Samsul menjelaskan, PTPN XI beralasan penutupan kesembilan PG itu karena mengalami kekurangan bahan baku, pabrik tidak efisien, rugi terus serta kalah bersaing dengan PG baru milik swasta.

Padahal, terang Samsul, potensi areal lahan tebu kesembilan PG tersebut mencapai 27.400 hektar dengan kapasitas produksi 125-140 ribu ton gula per tahun. Jumlah itu adalah 10 persen dari produksi gula normal di Jatim selama setahun yang mencapai 1.280.000 ton pada 2016.

“Andaikata itu ditutup ada kehilangan potensi Rp 1,25-1,4 triliun dan terjadi pengangguran sekitar 1,7 juta orang,” jelasnya.

Kesembilan PG yang akan ditutup yakni PG Wringinanom, PG Olean, PG Panji (ketiganya di Situbondo), PG Purwodadi, Redjosari dan Kanigoro (Madiun). Selain itu PG Toelangan dan PG Watoetulis (Sidoarjo) serta PG Mrican di Kediri.

Untuk mencari solusi yang jitu, saat ini tim Pemprov menggandeng akademisi untuk turun ke lapangan membuat kajian dan hasilnya akan diserahkan ke gubernur untuk diseminarkan.

“Apakah stakeholder pergulaan setuju penutupan atau tidak, akan dibahas bersama. Ini karena menyangkut hajat hidup orang banyak yang akan kehilangan mata pencahariannya jika PG ditutup,” pungkasnya.

  • 9 PABRIK GULA BAKAL DITUTUP
    PG Wringinanom (Situbondo)
    PG Olean (Situbondo)
    PG Panji (Situbondo)
    PG Purwodadi (Madiun)
    PG Redjosari (Madiun)
    PG Kanigoro (Madiun)
    PG Toelangan (Sidoarjo)
    PG Watoetulis (Sidoarjo)
    PG Mrican (Kediri)
  • POTENSI AREAL LAHAN 9 PG
    Total areal lahan: 27.400 hektar
    Kapasitas produksi: 125-140 ribu ton gula per tahun.
    Kerugian jika ditutup: Rp 1,25-1,4 triliun
    Ancaman pengangguran: 1,7 juta orang
  • ALASAN PENUTUPAN
    Mengalami kekurangan bahan baku
    Pabrik tidak efisien
    Terus merugi
    Kalah bersaing dengan PG baru milik swasta