Pemprov Jatim Dukung Target Pembangunan Empat KSPN

PARIPURNA DPRD JATIM: Gubernur Jawa Timur, Soekarwo (dua dari kanan) saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jatim, Kamis (22/6). | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pemprov Jatim mendukung penuh target pembangunan nasional empat Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Yakni KSPN Bromo Tengger Semeru (BTS), KSPN Trowulan, KSPN Ijen Baluran dan KSPN Pacitan.

“Jatim memiliki peran strategis secara nasional untuk bisa menyukseskan empat KSPN tersebut,” ungkap Gubernur Jatim, Soekarwo usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jatim, Kamis (22/6).

Hal ini seiring dengan basis konsep pariwisata yang kembali ke alam (back to nature) ketimbang di pusat keramaian seperti mall. Selain itu, gerakan wisata kembali ke alam juga sudah banyak dicanangkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan beberapa pakar lingkungan hidup.

• Baca: Era Globalisasi, Kadin-HIPMI Diminta Ikut Urus UMKM

“Pengertian masyarakat bahwa pariwisata merusak lingkungan itu hanya terjadi di awal berkembangnya tourism. Kini, banyak pihak yang lebih tertarik berwisata alam dan sangat memelihara kelestariannya,” tambah Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo.

Ditambahkan, secara global pariwisata Jatim sudah dikenal di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Beberapa citra daya tarik yang cukup populer antara lain Kawah Ijen, House of Sampoerna, Batu Secret Zoo maupun Gunung Bromo.

Hanya saja masih diperlukan peningkatan citra daya tarik wisata lain di tataran internasional, sehingga bisa berdampak terhadap tingkat kunjungan wisata mancanegara maupun nusantara.

Menurut Pakde Karwo, untuk mendukung kebijakan pembangunan pariwisata yang harus dibenahi adalah SDM dan budaya kultural. Di bidang SDM perlu dilakukan restrukturisasi pendidkan vokasional sehingga masyarakat menjadi terampil.

• Baca: NKRI Terusik, Forkopimda Jatim Rapatkan Barisan

Jika SDM memiliki pendidikan yang mumpuni, maka akan mudah memberikan pengertian terkait perkembangan teknologi. “Dengan SDM yang berpendidikan, maka mereka akan mampu menyaring dengan baik masuknya budaya asing,” urainya.

Selain didukung SDM, kebijakan pembangunan pariwisata harus fokus pada prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.

Di antaranya memanfaatkan secara optimal sumber daya lingkungan, memelihara proses ekologi, menghargai keaslian dan nilai-nilai sosial budaya dari komunitas lokal, serta dalam jangka panjang memberi manfaat sosial ekonomi pada masyarakat luas.

“Dengan memperhatikan konsep pariwisata berkelanjutan, harapannya sumber daya alam yang ada di Jatim bisa terjamin keberlangsungan hidupnya (sustainability),” pungkasnya.