Pakde Karwo Minta Bupati Magetan Urus Sektor Pertanian

SERTIJAB: Gubernur Soekarwo memberikan sambutan di acara Sertijab Bupati Magetan 2018-2023 dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Magetan, Rabu (26/9). | Foto: Barometerjatim.com/RETNA MAHYA
SERTIJAB BUPATI MAGETAN: Gubernur Soekarwo memberikan sambutan di acara Sertijab Bupati Magetan 2018-2023, Rabu (26/9). | Foto: Barometerjatim.com/RETNA MAHYA

MAGETAN, Barometerjatim.com – Usai dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Magetan masa jabatan 2018-2023, saatnya pasangan Suprawoto dan Nanik Endang Rusminiarti fokus bekerja untuk menyejahterakan masyarakat.

Salah satunya, membangun sektor pertanian yang berkontribusi besar, 32,07 persen, terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Magetan pada 2017.

“Ini artinya 32,07 persen masyarakat Magetan hidup dari pertanian. Jadi jika ingin masyarakatnya makmur, ya harus mengurus pertanian,” tegas Gubernur Jatim, Soekarwo.

• Baca: 12 Kepala Daerah Dilantik, Pakde Karwo: Penuhi Janji Politik!

Penegasan Pakde Karwo — sapaan Soekarwo — itu disampaikan saat memberikan sambutan di acara Serah Terima jabatan (Sertijab) Bupati Magetan 2018-2023 dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Magetan, Rabu (26/9).

Gubernur menambahkan, mengurus sektor pertanian sangat vital. Berdasarkan data Badan Pusat Statstik (BPS) per Maret 2017, tingkat kemiskinan di Magetan masih mencapai 10,48 persen — dimana kemiskinan tertinggi berada di perdesaan. Sementara pekerjaan utama masyarakat Magetan yakni sebagai petani.

Salah satu upaya memajukan pertanian, terang Pakde Karwo, yakni mendorong pengembangan industri primer atau industri pasca panen. Dengan demikian, petani akan memperoleh peningkatan nilai tambah terhadap produknya. Selain itu, pengembangan industri pasca panen harus didukung skema pembiayaan murah bagi petani.

• Baca: Tahanan KPK, Usai Dilantik Syahri Langsung Dinonaktifkan

“Dengan adanya industri primer, petani tidak lagi menjual gabah kering panen, tapi minimal bisa menjual gabah kering giling, bahkan jika bisa petani menjual beras. Kemudian bupati harus bisa memberikan skema pembiayaan murah di pertanian yang pro terhadap petani,” paparnya.

Jika sektor pertanian maju, menurut Pakde Karwo, maka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Magetan akan ikut berkurang. Berdasarkan data BPS 2017, TPT di Magetan berada di angka 3,80 persen yang sebagian besar berada di perdesaan.

“Bupati harus peduli terhadap on farm ke off farm pertanian, karena ini akan menyerap para pengangguran tersebut. Proses industrinya ada di petani, apalagi 32,07 persen masyarakat Magetan hidup di pertanian” imbuhnya.

• Baca: Jabat Sekdaprov, Heru Tjahjono Poros Koordinasi Segala Lini

Dalam kesempatan tersebut, Pakde Karwo juga berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Magetan periode 2008-2018, Sumantri dan Samsi atas jasa dan kontribusinya terhadap pembangunan di Magetan.

Pakde menilai, kinerja keduanya sudah sangat baik. Dia mencontohkan di 2017, pertumbuhan ekonomi Magetan mencapai 5,09 persen, Gini Ratio 0,39 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 72,60.