OTT di Jatim Didominasi Kasus Dana Desa dan Prona

Ilustrasi (Ist)

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ini peringatan bagi aparatur desa dan camat. Dari 64 kasus OTT (operasi tangkap tangan) sebagian besar karena kasus dana desa dan Program Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona).

“Jatim berada di posisi kedua hasil OTT secara nasional setelah Jawa Barat. Selama lima bulan terakhir, Tim Saber Pungli Jatim menggungkap 64 kasus lewat OTT,” terang Ketua Tim Saber Pungli Jatim, Kombes Wahyu Hidayat pada wartawan, Selasa (9/5).

“Kasus-kasus yang terkena OTT rata-rata berkaitan dengan dana desa, Prona, perizinan dan pelanggaran masalah parkir,” ungkap Irwasda Polda Jatim tersebut.

• Baca: Diduga Korupsi Dana Prona, Lurah Kedinding Ditangkap

Dari 64 kasus tersebut, lanjut Wahyu, 137 orang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berasal dari aparatur desa, camat, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan masyarakat umum. Sedangkan barang bukti yang disita berupa uang Rp 2,6 miliar.

Para tersangka tersebut, kata Wahyu, untuk dana desa misalnya, dana yang seharusnya untuk pembangunan diselewengkan buat kepentingan pribadi. Sedangkan untuk prona yang mestinya gratis, malah tersangka meminta biaya dari masyarakat yang mengurus.

Wahyu menambahkan, ke depan pihaknya akan lebih mengintensifkan pencegahan selain penegakan (OTT). Untuk lebih memaksimalkan kinerja, Tim Saber Pungli juga mendapat dana hibah dari pemerintah Rp 3 miliar untuk setahun.