Menggugah Pemkot Awasi Kali Suroboyo dari Pencemaran

LINDUNGI DARI PENCEMARAN: Aktivis Indonesia Water Community Of Practice (IndoWater CoP) melakukan aksi di Kali Suroboyo dengan dandanan ala Putri Duyung, Rabu (8/3).

Sepintas Kali Suroboyo yang membelah Kota Surabaya terlihat indah, apalagi banyak pepohonan yang sengaja di tanam Pemkot di sekitarnya. Namun siapa sangka bahwa kondisi air Kali Suroboyo sangat tercemar.

SITUASI ini membuat gerah para aktivis lingkungan yang tergabung dalam Indonesia Water Community Of Practice (IndoWater CoP), yang Rabu (8/3) hari ini turun ke jalan — bahkan melakukan aksi di sungai dengan dandanan ala Putri Duyung — untuk mengkampanyekan perlindungan terhadap Kali Suroboyo.

Riska Darmawanti, koordinator aksi mengatakan, Pemkot Surabaya sejauh ini hanya fokus melakukan penataan lingkungan sekitar sungai tetapi kurang perhatian terhadap pencemaran yang masih di lakukan oleh masyarakat Surabaya.

“Kita masih sering melihat sampah plastik, deterjen, popok bayi bahkan pembalut bertebaran di sungai. Sejauh ini hanya dibersihkan sja. Tidak ada upaya agar tidak lagi di buang ke sungai,” ujar wanita berkaca mata itu.

Menurut Riska, dari berbagai penelitian, sampah platik, deterjen, pestisida, popok bayi maupun pembalut adalah komponen yang sangat beracun dan merusak ekosistem sungai.

“Ikan-ikan di sungai saat ini telah mengalami perubahan hormon sehingga tidak bisa berkembang biak lagi. Selain itu jika dikonsumsi, khususnya ibu hamil, bisa berbahaya bagi janin,” lanjut Riska.

• Baca: Mengenal Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes

Hal lain yang membuat IndoWater CoP melakukan aksi karena keberadaan air Kali Suroboyo yang menjadi air baku untuk PDAM. “Coba bayangkan, PDAM tidak pernah melihat dan mengecek kandungan racun pada air Kali Suroboyo. Kemudian diambil, diolah dan disalurkan untuk konsumsi masyarakat. Sangat beresiko tentunya,” lanjut wanita asli Suroboyo itu.

Dalam aksi ini, para aktivis lingkungan hidup Indo Water CoP ingin mengajak masyarakat untuk ikut menjaga sungai, selain itu menggugah Pemkot Surabaya untuk lebih ketat mengawasi kondisi baku mutu air Kali Suroboyo dari ancaman pencemaran.

“Ayo kita jaga Kali Suroboyo, agar indah dan aman untuk kehidupan,” pungkas Riska.