Kisah Wasiat Tempat Pemakaman yang Berubah

TAKZIYAH PCMNU KAB KEDIRI: Kakak nomor dua Kiai Hasyim, Nyai Muyasaroh Muzadi (lima dari kanan) bersama jajaran pengurus PC Muslimat NU Kabupaten Kediri saat takziyah ke rumah duka di Ponpes Al Hikam, Kamis (16/3). | Foto: Barometerjatim.com/DHANI KUSUMA

MALANG, Barometerjatim.com – Usainya tak lagi muda, 92 tahun. Tapi soal ingatan, Nyai Hj Muyasaroh Muzadi masih tajam, termasuk apa saja yang dibicarakan adiknya, KH Hasyim Muzadi jelang berpulang ke rahmatullah.

Satu hal yang diingat Nyai Muyasaroh, setiap kali bercengkerama, Kiai Hasyim kerap mengatakan jika sewaktu-waktu meninggal ingin dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Al Hikam, Kota Malang.

“Tepatnya di sana,” kata ibu nyai dengan 20 cucu dan 34 cicit tersebut, sambil menunjuk halaman depan kediaman Kiai Hasyim pada jajaran pengurus Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Kediri saat takziyah, Kamis (16/3).

• Baca: Anwar Sadad: Abah Hasyim Figur Inspiratif

Namun hari-hari terakhir saat sakit, Kiai Hasyim berubah minta dimakamkan di dekat masjid kompleks Ponpes Al Hikam 2 Depok, Jawa Barat. “Rupanya itu wasiat beliau. Jadi kami ingin jalankan wasiat beliau itu,” tambahnya yang didampingi adik bungsunya, Nyai Machtuhah.

Selama Kiai Hasyim sakit, di kediamannya Jalan Cengger Ayam — selain sehari-hari tak pernah sepi dari lantunan ayat-ayat Al Qur’an — secara khusus selama 30 hari digelar khataman.

“Yang mengaji 30 orang hafidz. 24 dari santri Al Hikam Depak dan enam lainya santri Al Hikam sini (Malang),” terang kakak nomor dua Kiai Hasyim tersebut.