Kebangkitan Persiwa, Perseka Lanjutkan Kejutan

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Lanjutan Grup 8 Liga 2 Indonesia di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jumat (14/7), menyuguhkan bangkitnya tim yang pernah menghuni kompetisi elit tanah air, Persiwa Wamena dan tren kejutan Perseka Kaimana.

Pada laga jam pertama yang kick-off pukul 15.00 WIB, Perseka berkibar di puncak klasemen dengan poin sempurna dari 2 pertandingan. Iqbal Bahari sukses menjadi hantu bagi lini belakang Persbul Buol melalui heading goal lemah yang gagal diantisipasi kiper di menit 72.

• Baca: Grup 8 Liga 2 Indonesia, Atmosfer Papua Rasa Jawa

“Kami sebenarnya main dalam kondisi berduka karena ada orang tua pemain yang meninggal dunia. Semoga kemenangan ini bisa sedikit menjadi pelipur,” kata M Khaidir asisten pelatih Perseka usai pertandingan.

Sementara Murwanto, pelatih kiper Persbul mengaku tidak beruntung dalam laga ini. “Sebenarnya pertandingan berjalan imbang. Tapi kami tidak beruntung setelah peluang kecil mereka justru berbuah gol,” keluhnya.

Bangkit dari Kekalahan

Di pertandingan kedua, Persiwa seolah bangkit dari kubur. Penampilan melempem ketika ditekuk Perseka dua gol tanpa balas, tidak terlihat saat melawan Yahukimo FC. Karakter satu dua sentuhan dan main keras disuguhkan Yesaya Desnam dkk menghasilkan kemenangan 2-0.

“Karakter kami muncul di laga kedua. Gaya main ini yang memang saya harapkan. Semoga di pertandingan selanjutnya bisa lebih baik,” terang Djoko Susilo, pelatih Persiwa.

Tim berjuluk Badai Pegunungan ini memang jadi kontestan paling telat melakukan persiapan. Namun nama besar yang disandang jadi formula ampuh untuk segera berbenah. “Kami kalah di laga perdana karena nervous setelah dua tahun vakum dari kompetisi resmi. Kini tinggal bagaimana ritme ini terjaga,” terangnya.

• Baca: Langkah Aman Yakuhimo, Kejutan Kaimana

Dua gol kemenangan Persiwa dicetak eks pemain Persipura, Jaelani Arey melalui titik putih di menit 62 dan Eka Khairul Ihsan (78).

Bagi Yahukimo FC, kekalahan ini tentu sangat menyesalkan. Apalagi dari segi permainan, kedua tim menyuguhkan tempo tinggi khas Papua. Bahkan beberapa kali sempat terjadi friksi antar kedua tim. Hanya karena kelengahan lini belakang, Habel Satya dkk yang sudah mengemas 3 poin harus mengakui kekalahan.

“Gol yang terjadi kesalahan kita sendiri. Handsball dan miskomunikasi lini belakang. Dari segi ofensif sebenarnya Bagus. Tapi kelemahan yang jadi bahan evaluasi, ada peluang tidak langsung dieksekusi. Ini akan jadi bahan evaluasi kami di game berikutnya,” dalih pelatih Yahukimo FC Ungky Prasetio.