Kasus AIDS Terungkap Berkat Faskes Jatim Kian Lengkap

Ilustrasi (Ist)

SURABAYA, Barometerjatim.com – Terungkapnya penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) baru di Kabupaten Pamekasan setelah penderita melakukan pengecekan kesehatan di salah satu Puskesmas, menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan (faskes) di Jawa Timur semakin lengkap.

“Kelengkapan faskes ini sebagai salah satu upaya jajaran kesehatan di Jatim, dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan di provinsi ini,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, Drs Benny Sampir Wanto MSi menjawab pertanyaan wartawan di ruang kerjanya, Sabtu (18/3).

Saat ini, jelas Benny, jumlah layanan HIV di seluruh Jawa Timur sebanyak 729 faskes, baik di Puskesmas maupun di rumah sakit. Selain faskes, keberhasilan peningkatan temuan penderita baru juga karena dukungan petugas kesehatan, kader dan LSM yang aktif dalam menjangkau orang-orang yang dicurigai terinfeksi HIV.

• Baca: Pemprov Tagih Pemkab/Pemkot Selesaikan Perjanjian

Ditambahkan, sampai Desember 2016, di Jawa Timur tercatat 39.034 pengidap HIV dengan penderita 17.314 atau 44 persen dari kasus HIV. “Kasus HIV dan AIDS ini ditemukan di semua kabupaten/kota,” terangnya.

Dari jumlah itu, tambah Benny, kelompok usia penderita HIV/AIDS terbanyak yakni pada usia produktif 15 sampai 24 tahun dengan komposisi laki-laki 56 persen dan wanita 44 persen.

Tiga urutan kabupaten/kota di Jatim dengan penemuan kasus baru HIV terbanyak di 2016 yakni Surabaya (954 pengidap), Kabupaten Jember (639) dan Tulungagung (410). Sementara untuk Kabupaten  Pamekasan jumlah kasus HIV pada 2016 sebanyak tiga kasus. Jika diakumulasi sejak 2012 maka terdapat 22 kasus HIV di kabupaten tersebut.

“Dalam 5 tahun terakhir terjadi peningkatan temuan kasus HIV sekitar 2-3 persen di Jatim. Jumlah estimasi kasus HIV di Jatim sendiri diperkirakan sebanyak 57.321 kasus,” tambahnya.

Tak Semakin Menyebar
Dalam kesempatan sama, Benny mengatakan, dengan diketahuinya penyakit secara dini, berarti sekaligus mengurangi penyebaran virus. “Selain itu, dengan pengobatan yang tepat, penyakit dapat terkontrol sehingga pengidap tetap produktif,” jelasnya.

Pemprov Jatim, lanjutnya, telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah peningkatan HIV. Di antaranya sosialisasi program penanggulangan HIV/AIDS pada beragam kelompok masyarakat terkait pengamanan darah, deteksi dini pada kelompok rentan, penggunaan alat pelindung, dan pencegahan penularan dari ibu ke anak.

• Baca: Anggaran Rp 625 Miliar ‘Raib’ dari Usulan

“Pemprov juga memberikan fasilitasi inisiasi layanan HIV, melakukan bimbingan teknis, dan supervisi kepada kabupaten/kota dalam rangka menjaga mutu program,” jelasnya. Selain itu juga pengembangan layanan komprehensif, advokasi pada para stakeholder dan destigmanisasi bagi pengidap.

HIV adalah virus yg menurunkan kekebalan tubuh pada manusia, bila masuk atau menginfeksi manusia butuh waktu antara 2 sampai 10 tahun mulai muncul gejala. Bila sudah muncul gejala maka disebut AIDS.

  • HIV DI JAWA TIMUR, DESEMBER 2016
    Pengidap: 39.034
    Penderita: 17.314
    Kelompok Usia Penderita HIV/AIDS: Usia 15-24 (Laki-laki 56%, Wanita 44%)
  • JUMLAH KASUS
    (Tiga Daerah Terbanyak)
    Kota Surabaya: 954 Pengidap
    Kab. Jember: 639 Pengidap
    Kab. Tulungagung: 410 Pengidap