Kapolda: Pesan Berantai ISIS Sasar Madura Hoax

TINGKATKAN KEWASPADAAN: Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin. Ada atau tidak pergerakan teroris pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan di seluruh Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ ENEF MADURY

SURABAYA, Barometerjatim.com – Dalam sepekan ini, masyarakat Jawa Timur — khususnya di wilayah Madura — dirisaukan pesan berantai di grup WhatsApp (WA) terkait jaringan teroris Islamic State of Iraq (ISIS) masuk ke Pulau Garam. Namun Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin menegaskan hal itu palsu alias hoax.

“Hanya isu, omongan hoax,” kata Kapolda, Rabu (5/7). Meski demikian, ada atau tidak pergerakan teroris pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan di seluruh wilayah kerjanya. “Mako-mako di kepolisian pasukannya sudah lengkap. Pasukan yang tidur-tidur akan disanksi,” tambahnya.

Seperti diberitakan, pesan berantai itu menginformasikan adanya mahasiswa sebuah perguruan tinggi berinisial MAN asal Tanjung Raya, Pontianak yang dicurigai bergabung dengan ISIS sejak 2014 dan masuk ke kawasan Madura.

• Baca: Pakde Karwo Buka Ruang Dialog untuk Kelompok Radikal

Pesan terasa meyakinkan, selain MAN dalam fotonya terlihat menenteng senjata juga dibumbui kalimat A1 (informasi valid) dari anggota Datasemen Khusus 88 Antiteror dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

“Pesan berantai itu sebetulnya putar-memutar dari grup-grup media sosial dan WA sejak 2015 silam. Tetapi muncul lagi beberapa hari terakhir,” tandas mantan Kepala Divisi Teknologi Informasi Mabes Polri itu.

Terkait peningkatan kewaspadaan, Kapolda mencontohkan penindakan yang dilakukan terhadap dua pria mencurigakan saat menumpang tidur di Mapolsek Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (4/7) dinihari. Keduanya diamankan karena diketahui membawa senjata tajam.

• Baca: NKRI Terusik, Forkopimda Jatim Rapatkan Barisan

Selebihnya, sejak Ramadhan hingga sekarang penjagaan Markas Polda Jatim terlihat lebih ketat. Pasukan Brimob dan Sabhara bersenjata lengkap berjaga di tiga pintu masuk Polda, terutama di pintu sisi selatan. Setiap pengendara masuk ditanya dan diperiksa barang bawaannya.

Kendati demikian, tambah Kapolda, kepolisian tetap akan melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan secara baik, tanpa menampilkan sikap garang dan penuh selidik. “Jangan orang datang mau tanya, terus kita tunjukkan senjata,” ujarnya.