Jangan Ngaku Ansor Jika Gagal Tunjukkan Ciri Keislaman

-
Jangan Ngaku Ansor Jika Gagal Tunjukkan Ciri Keislaman
PELANTIKAN PENGURUS: Yaqut Cholil Qoumas (kanan) melantik pengurus PC GP Ansor Kota Surabaya masa khidmat 2017-2021. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN SURABAYA, Barometerjatim.com "Kalian jangan mengaku pengurus PC GP Ansor jika tidak mampu menunjukkan ciri keislaman." Penegasan itu disampaikan Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas dalam pidato arahannya usai melantik pengurus PC GP Ansor Kota Surabaya masa khidmat 2017-2021 di Hotel Tunjungan, Minggu (5/10). Ciri keislaman itu merupakan satu dari empat karakter di GP Ansor yang harus dijaga para pengurus, termasuk HM Faridz Afif dkk yang baru dilantik. Hadir di acara pelantikan tersebut para tokoh NU, Ansor dan Banser, yakni Ketua PWNU Jatim, KH Hasan Mutawakkil Alallah; Rais Syuriyah PCNU Surabaya, KH Mas Sulaiman Nur; Ketua PCNU Surabaya, Dr Muhibbin Zuhri; dan Sekjen PP GP Ansor, Adung Abdurrahman. Lalu Kasatkornas Banser, Alfa Isnaeni;  Ketua PW GP Ansor Jatim, Rudi Tri Wahid; Wakil Ketua PW GP Ansor Jatim, Abid Umar; serta Wakil Ketua PW GP Ansor Jatim yang juga Wakil Bupati Tranggalek, Mochammad Nur Arifin. Baca: Ansor Surabaya: Risma Lebih Peduli Taman Ketimbang Masjid Sedangkan tiga karakter lainnya, tambah pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu, yakni karakter pemuda. "Pemuda jangan dilihat umurnya, tapi dilihat dari semangatnya. Pemuda harus bergerak dengan cepat. Jika ada masalah harus diselesaikan, bukan malah mengidarinya. Terpenting lagi jaga kekompakan," paparnya. Lalu karakter kebangsaan. "Karakter ini harus dimiliki pemuda GP Ansor. Dimana ada ancaman terhadap NKRI, di sana ada GP Ansor yang siap membentengi. Para pendiri mendirikan jamiyah Nahdlatul Ulama tujuannya untuk Indonesia," tegas Gus Yakut. Karakter berikutnya, yakni karakyatan. "Kita tidak boleh membiarkan rakyat di sekitar kita sengsara. Berikan advokasi kepada mereka yang mengalami kesulitan," pintanya. Istiqomah Lahir-Batin Sementara Ketua GP Ansur Surabaya, HM Faridz Afif dalam pidato pertamanya usai dilantik menegaskan, kepengurusan yang dipimpinnya siap lahir batin mengabdikan diri untuk GP Ansor dan NU. "Ini merupakan komitmen kami selamat empat tahun ke depan," katanya. Afif menambahkan, Ansor Surabaya juga akan istiqomah menegakkan Islam 'ala Ahalussunnah wal Jamaah. "Komitmen itu sebagai ruhul jihad kami dalam mengabdi kepad Nahdlatul Ulama." Selain itu, dia berjanji akan terus mengawal kebijakan Pemerintah Kota Surabaya. "Kami akan bersikap kritis kepada Pemkot Surabaya jika ada kebijakan yang dzalim terhadap masyarakat. Kita akan berdiri di garda terdepan membela kebenaran," ucapnya.
Tag