Gus Ipul Maju Gubernur, Cak Nun: Belum Tentu Saya Restui

PENUH TOKOH NASIONAL: Emha Ainun Nadjib dalam acara Halal bi Halal e Arek Suroboyo yang digelar Yayasan Kalimasadha Nusantara di Jalan Imam Bonjol, Surabaya, Rabu (19/7) malam. | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tak hanya memanggil Saifullah (Gus Ipul) dengan ‘sapaan akrab’: Lontong. Dalam selorohnya, “Kiai Mbeling” Emha Ainun Nadjib juga menyebut wakil gubernur Jatim itu sebagai “ahli marketing nomor 1”. Kok?

“Dia bisa meyakinkan orang tuli untuk membeli tape recorder,” kata Cak Nun — sapaan akrabnya — saat Halal bi Halal e Arek Suroboyo yang digelar Yayasan Kalimasadha Nusantara (YKN) di Jalan Imam Bonjol, Surabaya, Rabu (19/7) malam. “Coba, nik gak saking ahline ya.”

Gus Ipul juga, sambung Cak Nun, “Bisa menawarkan TV kepada orang buta. Saiful iso. Dadi mek dadi gubernur ngunu gampang, meskipun gurung karuan tak restui rek.. (Jadi gubernur sebenarnya gampang, meski belum tentu saya restui.”

• Baca: Gus Ipul Suka Traktir Kiai Biar Didukung Jadi Gubernur

Karuan saja seloroh Cak Nun, kali ini di sela pengajian, disambut gelak tawa ribuan jamaah. Sementara Gus Ipul yang dari awal jadi objek ‘olok-olokan’ hanya tersenyum. “Lho, itu masalah luas ya. Hidup itu luas, gubernur itu masalah kecil, Indonesia masalah kecil,” katanya.

“Kalau jiwamu besar, kalau hatimu besar, kalau engkau hidup bersama Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dan bergantunglah hanya di situ. Wis rek yo,” tambah Cak Nun yang dilanjut dengan suguhan musik Kiai Kanjeng.

Konsep Khilafah

Dalam kesempatan tersebut, Cak Nun juga menyinggung soal konsep khilafah, sistem politik kenegaraan yang kini ramai diperbincangkan publik dan lekat dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang baru dibubarkan pemerintah.

“NKRI ini khilafah. Bedanya saya dengan HTI, (bagi saya) khilafah itu memang konsepnya Tuhan. Tuhan itu ciptakan alam dan manusia disuruh jadi dutanya Dia, sebagai representasinya Dia,” paparnya.

• Baca: Terjang Aturan, Disdag Surabaya Tak Cabut Izin 3 Pasar

Selain itu, Cak Nun juga bicara panjang lebar terkait kondisi bangsa saat ini, termasuk penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas yang menuai pro dan kontra di masyarakat.

Suami Novia Kolopaking itu menyebut kondisi bangsa Indonesia kini dalam situasi penuh ketidakseimbangan. “Ketidakseimbangan berpikir, manajemen, apa saja. Lahirnya Perppu Ormas adalah hasil dari ketidakseimbangan,” jelasnya.•