Elektabilitas Rendah, Demokrat Tak Istimewakan Gus Ipul

PRIBADI DAN PARTAI: Soekarwo (kanan) dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dua periode memimpin Jatim bukan menjadi garansi Partai Demokrat akan memberikan dukungan untuk Gus Ipul di Pilgub Jatim 2018. | Foto: Barometerjatim.com/ DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com – Didampingi Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar, Saifullah Yusuf terlihat Sumringah saat menerima jas Partai Demokrat yang disematkan Ketua DPD Partai Demokrat yang juga Gubernur Jatim, Soekarwo.

Namun momen istimewa bagi Gus Ipul tepat di Hari Lahir Pancasila, 1 Juni lalu, bukan bermakna dukungan Demokrat untuk mengusungnya di Pilgub Jatim 2018 melainkan sebatas sikap ramah tuan rumah.

Soekarwo memberi batas tegas: Kalau soal dukungan keputusan final tetap di majelis tinggi DPP Partai Demokrat. Apalagi Parpol yang didirikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut acuannya hasil survei, tak masalah kandidat itu dari kader atau bukan kader.

• Baca: Belum ‘Bertarung’, Elektabilitas Gus Ipul Malah Turun

Nah, pasca lembaga Surabaya Survey Center (SSC) merilis hasil survei periode 10-30 Juni 2017 dengan tingkat elektabilitas Gus Ipul semakin menurun (26,60 persen) dari hasil survei The Initiative Institute (33,2 persen), rupanya membuat Soekarwo semakin tak ‘mengistimewakan’ Gus Ipul.

“Walaupun Gus Ipul sudah dua periode bersama saya memimpin Jatim, tapi secara dukungan partai tidak ada kekhususan,” katanya usai menerima Dubes Turki untuk Indonesia, Mehmet Kadri Sander Gurbuz di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (13/7).

“Semua (kandidat) peluangnya sama, baik eksternal maupun internal dan yang dilihat partai adalah hasil survei,” tambah gubernur Jatim yang akrab disapa Pakde Karwo itu.

• Baca: Survei SSC: Masyarakat Jatim Tolak Calon Tunggal

Soekarwo tak memungkiri secara pribadi ada kecocokan dengan Gus Ipul karena selama dua periode telah menemaninya memimpin Jatim. Tapi saat bicara Demokrat, maka dia harus mengatasnamakan partai, bukan kepentingan pribadi Soekarwo.

“Mekanisme Partai Demokrat dalam menentukan calon ada pada majelis tinggi. Walaupun saya sebagai salah satu anggota majelis tinggi, tapi dalam menyampaikan dukungan tetap membawa nama Partai Demokrat Jatim,” tandasnya.

• Baca: Ketua KPK: Hanya Pengurus PKB yang Bicara Gus Ipul

Di sisi lain, bagi Soekarwo, pelaksanaan Pilgub Jatim 2018 masih jauh. Kendati hasil survei Gus Ipul masih teratas, hal itu tidak menjadi patokan karena berbagai perubahan bisa terjadi. Apalagi selisih antarkandidat tidak berjarak jauh.

Jika tak ada kekhususan untuk Gus Ipul, apakah ada kekhususan untuk kader Demokrat? “Ada, kalau tingkat elektabilitasnya sama. Tapi kalau selisihnya masih jauh yang dipilih yang tertinggi,” tegasnya.