Selasa, 06 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Dubes Turki Sambut Baik Tawaran Investasi Geothermal

Berita Terkait

TAMU DARI TURKI: Gubernur Soekarwo menerima kedatangan Dubes Turki untuk Indonesia, Mehmet Kadri Sander Gurbuz di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (13/7). | Foto: Ist
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Dubes Turki untuk Indonesia, Mehmet Kadri Sander Gurbuz menyambut baik Gubernur Jatim, Soekarwo yang menawarkan investasi energi geothermal bagi pebisnis Turki.

Menurut Mehmet Kadri, Turki merupakan negara nomor dua di dunia yang memiliki keahlian di bidang konstruksi seperti pembangunan infrastruktur, jalan tol, pelabuhan, airport.

“Ini salah satu bentuk kerjasama yang bisa dilakukan Turki dengan Jatim,” katanya saat bertamu ke Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (13/7).

Selain itu, dia melihat bahwa Indonesia membutuhkan tambahan energi. Salah satu ketertarikan pengusaha Turki yakni pengembangan energi georthermal.

• Baca: Tawaran 4 Jaminan Kemudahan Investasi untuk Australia

Mehmet Kadri menjelaskan, Jatim sebagai daerah yang pertama kali dikunjunginya karena sebagai daerah utama di Indonesia dengan potensi besar untuk saling bekerjasama. Misalnya terkait konstruksi, energi, perdagangan, dan pariwisata.

Terlebih kedua negara memiliki hubungan baik di berbagai bidang, baik politik, ekonomi, budaya maupun pendidikan. Keduanya juga disamakan dengan kondisi sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar dan menerapkan demokrasi.

“Hubungan dan kondisi tersebut menjadikan kedua negara berhubungan dengan tulus, tidak hanya sekadar mencari uang di antara kedua belah pihak,” ujarnya.

Potensi 3.200 Megawatt

Di hadapan Mehmet Kadri, Soekarwo selain menerima tamunya itu dengan baik juga menawarkan investasi geothermal bagi pebisnis asal Turki. Energi panas bumi ini perlu dikembangkan untuk pengembangan listrik dan industri di Pulau Jawa.

“Kami mempunyai pengalaman kedatangan investor Turki yang akan investasi geothermal di Jatim. Saya harap investasi ini bisa dilanjutkan dan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Soekarwo menjelaskan, Turki memiliki perusahaan-perusahaan yang berpengalaman mengelola energi geothermal. Bahkan sebelumnya, salah satu perusahaan dari negara sekularisme tersebut memiliki ketertarikan untuk berinvestasi geothermal di Gunung Arjuno dan Welirang.

• Baca: Era Globalisasi, Kadin-HIPMI Diminta Ikut Urus UMKM

Di beberapa pegunungan di Jatim seperti Arjuna, Welirang, Gunung Lawu, Gunung Ijen, dan Gunung Argopuro terdapat titik-titik yang berpotensi menghasilkan geothermal. Potensi yang bisa dihasilkan dari geothermal mencapai 3.200 megawatt.

Pakde Karwo juga mengatakan, Jatim sudah memiliki hubungan ekonomi perdagangan dengan Turki. Pada 2016, perdagangan Jatim dengan Turki mengalami surplus 22,58 juta dolar AS dengan rincian ekspor mencapai 93,50 juta dolar AS dan impor 70,92 juta dolar AS.

Kinerja perdagangan Jatim-Turki dalam kurun waktu 2013-Februari 2017, lanjutnya, Jatim hanya mengalami defisit pada 2015 yakni minum 12,77 juta dolar AS. Sedangkan pada Februari 2017 perdagangan Jatim-Turki surplus 7,71 juta dolar AS.

• Baca: Pemprov Jatim Dukung Target Pembangunan Empat KSPN

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, komoditas utama non migas Jatim yang diekspor ke Turki yakni lemak dan minyak hewan/nabati, karet dan barang dari karet, serat staple buatan, bahan kimia organic, serta kayu dan barang dari kayu.

Sedangkan komoditas utama non migas Jatim yang diimpor dari Turki antara lain bahan kimia anorganik, mesin-mesin/pesawat mekanik, hasil penggilingan tembakau, buah-buahan, serta garam, belerang dan kapur.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -