Demo ‘Tampang Boyolali’ Tak Akan Gerus Popularitas Prabowo

TAK TERGERUS: Bambang Haryo, 'gorengan' soal tampang Boyolali tak akan menggerus popularitas Prabowo. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI
TAK TERGERUS: Bambang Haryo, ‘gorengan’ soal tampang Boyolali tak akan menggerus popularitas Prabowo. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI

SURABAYA, Barometerjatim.com – Prabowo Subiyanto terus-terusan diusik soal ‘tampang Boyolali’. Ribuan orang — termasuk bupati, wakil bupati serta ketua DPRD Boyolali — bahkan turun ke jalan memprotes ‘candaan maut’ Capres nomor urut dua tersebut.

Namun politikus Partai Gerindra, Bambang Haryo menilai demo tersebut tidak semata-mata dilakukan atau kemauan masyarakat Boyolali, melainkan sekelompok partisan politik.

“Sekarang sudah ketahuan nih, ternyata demo-demo itu bukan dari masyarakat, tapi sekelompok partisan politik yang tujuannya untuk menjatuhkan,” katanya usai melakukan kunker sebagai anggota komisi V DPR RI ke kantor Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS), Senin (5/11).

• Baca: Kubu Prabowo-Sandiaga Kritisi Ijtihad Politik Kiai NU

Karena itu, Bambang yakin demo-demo soal tampang Boyolali tidak akan menggerus popularitas Prabowo. “Karena apa yang dilakukan Pak Prabowo sangat tulus, ikhlas, untuk meningkatkan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang betul-betul sejahtera,” katanya.

Lagi pula, lanjut Bambang, pernyataan Prabowo soal tampang Boyolali hanya ditampilkan sepotong. Padahal jika melihat secara utuh, sebenarnya mantan Danjen Kopassus itu ingin menunjukkan ketimpangan riil yang terjadi di seluruh Indonesia.

“Ada sekitar dua persen dari penduduk Indonesia, mempunyai kekayaan atau menguasai 80 persen atau hampir mendekati 90 persen ekonomi yang ada di Indonesia,” katanya.

• Baca: Prabowo, Cari Dukungan Sambil Nikmati Sate Khas Ponorogo

Inilah, tegas Bambang, yang akan diperjuangkan Prabowo agar ketimpangan antara si kaya dan miskin tidak ada lagi dan masyarakat bisa sejahtera.

“Tidak ada namanya masyarakat yang tidak bisa, seperti dikatakan (Prabowo), tidur di hotel bintang empat atau lima. Semua masyarakat harus bisa, seperti di Jepang atau Malaysia,” paparnya.

• Baca: Gus Sholah Pilih Jokowi atau Prabowo? Ini Sinyal Gus Ipang

Tingkat kehidupan masyarakat, lanjut Bambang, dari bawah sampai ke atas semuanya merata. Mereka bisa memenuhi kebutuhannya, termasuk sandang dan pangan. Kalau yang terjadi sekarang, dengan gaji UMR yang ada, belum cukup untuk menutup biaya hidupnya.

“Makanya biaya-biaya ini nantinya akan dipangkas sedemikian rupa sehingga seluruh masyarat, termasuk Boyolali, bisa menjadi sejahtera,” pungkasnya.

» Baca Berita Terkait Prabowo, Gerindra, Pilpres 2019