Kubu Prabowo-Sandiaga Kritisi Ijtihad Politik Kiai NU

ZIARAH SUNAN AMPEL: Anwar Sadad (kanan) saat mendampingi Prabowo ziarah ke makam Sunan Ampel, Jumat (2/11). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
ZIARAH SUNAN AMPEL: Anwar Sadad (kanan) saat mendampingi Prabowo ziarah ke makam Sunan Ampel, Jumat (2/11). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Harian Badan Pemenangan Provinsi (BPP)  Prabowo-Sandi wilayah Jatim, Anwar Sadad menilai wajar terkait perubahan dukungan sejumlah kiai Nahdlatul Ulama (NU) di Pilpres 2019.

“Pada dasarnya politik di mata kiai-kiai NU bersifat ijtihadi. Karena itu tidak bisa tunggal, selalu bervariasi,” katanya pada Barometerjatim.com, Senin (5/11) malam.

Lagi pula dalam fikih, papar Sadad, ada kredo berbunyi: Alhukmu yaduru ma’a ‘illatihi wujudan wa ‘adaman, bahwa hukum berlaku bersama ‘illat alias motif atau latar belakang penetapan hukum. Jadi bersifat dinamis.

• Baca: Pendukung Jokowi Jangan Bikin Prabowo Terkesan Dikeroyok

“Bisa jadi motif dukungan para kiai NU kepada Jokowi pada Pilpres 2014 kini sudah tak kontekstual lagi, dan oleh karena itu berubah. Begitu juga sebaliknya,” jelasnya.

Sayangnya, tegas Sadad, pertimbangan-pertimbangan fikih yang amat kental mewarnai dasar penetapan putusan politik kiai NU pada masa lalu, kini jarang ditemukan.

“Narasi fikih kini tertimbun berbagai manuver yang bersifat politik praktis,” kata Ketua Dewan Pakar IASS (Ikatan Alumni Santri Sidogiri) tersebut.

• Baca: Gerindra: Pilpres 2019 Kompetisi Elite Lawan Akar Rumput

Karena itu, sebagai Nahdliyin (warga NU), Sadad yang juga sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim, mengajak untuk kembali pada tradisi fikih yang kini mulai menghilang.

“Dalam konteks Pilpres, tentu kita berharap narasi fikih dimunculkan kembali oleh para kiai NU. Sehingga Nahdliyin punya dasar, punya pegangan yang legitimate,” tegasnya.

Berubah Haluan

Perubahan dukungan sejumlah kiai NU di arena Pilpres 2019 memang cukup kental. Mereka yang mendukung Jokowi di Pilpres 2014, kini ada yang bergeser haluan memilih Prabowo atau sebaliknya.

Salah satunya KH Hasib Wahab Chasbullah. Ketua Majelis Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang itu terang-terangan mendukung Prabowo-Sandiaga. Padahal di Pilpres 2014, Gus Hasib termasuk garda terdepan dalam memenangkan Jokowi-Jusuf Kalla.

• Baca: Tim Prabowo: Hari Santri Jangan Gerus Spirit Resolusi Jihad

Sebaliknya, KH Anwar Iskandar kini lebih memiliki Jokowi-Ma’ruf Amin. Beda ketika di Pilpres 2014. Saat itu pengasuh Ponpes Al Amin, Kediri tersebut berada di barisan pendukung Prabowo-Hatta Rajasa.

Belum lagi beberapa kiai NU yang masih enggan blak-blakan terkait ganti haluan dukungan dari Jokowi ke Prabowo, atau sebaliknya.

» Baca Berita Terkait Anwar Sadad, Pilpres 2019, NU